SEKAYU, fornews.co – Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Musi Banyuasin membagikan 1.927 liter minyak goreng kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Selasa (18/08). Hal ini menindaklanjuti instruksi Bupati Muba Dodi Reza Alex untuk mendorong pemulihan perekonomian masyarakat dimulai dari pelaku UMKM.
Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Muba Azizah memimpin langsung pembagian minyak goreng yang merupakan bantuan Bupati Muba dalam rangka meringankan usaha kecil masyarakat yang terdampak adanya pandemi COVID-19.
“Program ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemkab Muba melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupatan Musi Banyuasin dalam mendukung pemulihan ekonomi dan usaha kecil/mikro masyarakat. Bantuan diberikan ke pedagang kecil seperti pedagang gorengan, tempat makan kecil, warung makan/warteg serta pedagang jajanan. Direncanakan pembagian minyak goreng gratis ini juga akan dibagi untuk beberapa kecamatan yaitu Sekayu, Babat Toman dan Sungai Lilin,” ujarnya.
Untuk membagikan minyak goreng bantuan, tim dari Disdagperin Muba mendatangi langsung ke tampat jualan gorengan di pinggir jalan dan sekitar pasar, seperti Pasar Ruko Perjuangan, Pasar Inpres dan kawasan pedagang kuliner di kawasan rekreasi.
Selain membagikan minyak goreng gratis, Azizah dan tim Disdagperin Muba juga memberikan 500 lembar masker sembari mengimbau kepada pedagang agar selalu mengunakan masker untuk menjaga kesehatan dan terhindar dari COVID-19. Menggunakan masker merupakan kebiasaan baru yang mesti dilakukan disertai sering mencuci tangan dengan mengunakan sabun dan air yang mengalir.
“Pembagian masker ini dalam rangka memperingati HUT ke-75 Kemerdekaan RI. Hal ini juga mendukung Gerakan 1 Juta Masker Kabupaten Muba serta Program Gebrak Masker, yaitu Gerakan 500 Juta Masker yang dicanangkan Kementerian Dalam Negeri,” tuturnya.
Yurniati (35) seorang pedagang gorengan di Ruko Perjuangan mengucapkan terima kasih atas bantuan Pemerintah Kabupatan Musi Banyuasin ini. “Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami pedagang kecil yang omzetnya menurun drastis karena pandemi COVID-19,” ucapnya. (ije)

















