
PALEMBANG,fornews.co-Dua pelaku bajing loncat di kawasan Pangeran Ratu 15 Ulu, yaitu Yongki (21) dan Rendi (25) harus merasakan timah panas anggota Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palembang. Keduanya,terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di kaki mereka lantaran mencoba kabur serta melawan petugas kepolisian yang sedang melakukan penangkapan di kediamannya masing-masing, Selasa (4/04) sekitar pukul 09.00.
Terakhir kali komplotan Rendi Cs sudah sering melancarkan aksinya. Terakhir, kawanan ini menggasak mobil pick up di Jalan Pangeran Ratu, Kecamatan SU I Palembang, Senin (3/04) pukul 13.00.
Dari mobil milik Delfiyusmarnis (50) warga Kecamatan Tulung Selapan, Kecamatan Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel ini, kedua pelaku berhasil membawa kabur satu kardus berisi sepatu dan satu karung sandal jepit.
Setelah berhasil, pelaku kemudian menjual barang hasil curian tersebut kepada seorang penadah yang diketahui bernama Suryana (39) warga Jalan KH Wahid Hasyim, Lorong Semeru, Kecamatan SU I Palembang.
Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Tekab Ipda Daniel mengatakan,penangkapan kedua pelaku bermula dari informasi masyarakat tentang adanya transaksi jual-beli barang curian. Kemudian,pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan pembeli barang curian berinisial SR dari hasil pengembangan petugasmengantongi nama-nama para pelaku bajing loncat. Namun,saat dilakukan penangkapan keduanya mencoba melawan dan terpaksa dilakukan tindak tegas.
“Modus operandi yang digunakan kedua tersangka dengan cara menggiring mobil korban dari arah Jembatan Ampera. Lalu, setibanya di TKP seorang pelaku langsung menaiki bagian belakang mobil.Untuk barang bukti kita mengamankan satu karung sandal jepit dan satu kardus sepatu. Keduanya akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman diatas lima tahun penjara,”tegas Daniel.
Sementara itu, tersangka Rendi mengaku,nekat menjadi bajing loncat lantaran tidak mempunyai uang untuk makan sehari-hari karena sedang tidak bekerja.
“Saya membawa motor, teman saya itu tugasnya mengambil barang. Saya bekerja bangunan, tetapi sekarang sudah tidak ada lagi, makanya saya mau menjadi bajing loncat. Uangnya sudah saya kasihkan dengan istri,”katanya.(bay)

















