
PALEMBANG-DPRD Sumsel menilai manajemen PT Sritrang Lingga Indonesia (SLI) sengaja menutup-nutupi, saat ingin mencari kejelasan terhadap nasib dari ratusan pekerja yang diberhentikan PT SLI.
“Begitu kami meminta profil perusahaan, pihak perusahaan malah berbelit-belit menjawab tiap pertanyaan kami. Kemudian, semua yang rapat dengan kami seolah-olah tidak mempunyai kapabilitas yang sesuai dengan tugasnya,” keluh Anita Noeringhati, Ketua rombongan reses DPRD Sumsel dapil I Kota Palembang.
Anita melanjutkan, kehadiran Anggota DPRD Sumsel asal dapil I Kota Palembang ini memang untuk mempertanyakan, apakah pemecatan ratusan pekerja lokal itu sudah sesuai prosedur atau tidak. “Pihak perusahaan sepertinya melindungi para pekerja asing asal Thailand yang bekerja di PT SLI,” tegasnya.
Atas dasar itu, pihaknya akan membuat rekomendasi untuk mengaudit perusahaan PT SLI agar dapat transparan. “Nanti kita buatkan rekomendasinya saat rapat Banmus. Semua sektor kalau bisa di audit, seperti masalah perizinan tenaga kerja asing, masalah jaminan sosial tenaga kerja, termasuk juga masalah pajak perusahaan dan kontribusi perusahaan tersebut terhadap pad,” ujarnya.
Sementara, Anggota DPRD Sumsel Komisi I Kartak Sas, menyatakan setuju membuat rekomendasi untuk melakukan audit secara menyeluruh pada PT SLI. “Untuk apa ada perusahaan asing di daerah kalau tidak ada manfaat bagi masyarakat lokal. Boleh saja ada tenaga kerja asing, tapi juga pekerja lokal tetap diayomi jangan dibedakan,” tutupnya. (tul)

















