JOGJA, fornews.co — Sebuah situs di Padukuhan Pendem, Kelurahan Tegaltirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta diyakini memiliki nilai sejarah dan spiritual.
Selain terdapat dua yoni, di lokasi tersebut oleh sebagian warga dikenal sebagai makam kuda.
Situs ini dirawat oleh Sukardi, warga setempat yang mulai menetap di Jogja sejak 2006.

Sukardi, yang sebelumnya tinggal di Bekasi pada 1987, mengaku tidak mengetahui secara pasti asal-usul petilasan dan makam Kepuh di lokasi itu, namun ia merasa terpanggil untuk merawatnya.
“Saya tidak tahu sejarah pastinya. Saya hanya merasa terpanggil untuk membersihkan dan merawat tempat ini,” kata Sukardi kepada fornews.co saat ditemui di lokasi, Senin, 5 Januari 2026.
Sukardi diperkirakan mulai merawat situs tersebut sejak tahun 2017, ketika kawasan itu masih dipenuhi belukar dan semak-semak.

Seiring waktu, banyak orang datang ke tempat itu dengan berbagai tujuan, mulai sekadar berkunjung hingga melakukan ritual ibadah.
Menurut Sukardi, terdapat beragam cerita yang berkembang di masyarakat terkait situs tersebut.
Sebagian menyebutnya sebagai makam kuda, sementara yang lain meyakini tempat itu sebagai makam keluarga Mataram, meski tidak jelas dari masa pemerintahan siapa.

Namun, keberadaan dua yoni di lokasi tersebut menguatkan dugaan warga bahwa situs ini merupakan peninggalan masa peralihan kekuasaan dari Majapahit ke Demak.
Lokasi tersebut juga diduga pernah menjadi tempat ritual ibadah umat Hindu pada masa lampau.
Warga setempat menilai kawasan itu merupakan bagian dari situs bersejarah yang patut dilestarikan.
Dukungan terhadap pelestarian juga datang dari salah satu anggota DPRD Sleman, akrab disapa Mbah Wanto, owner Omah Dahar.

“Perhatian dan kepedulian Mbah Wanto terhadap situs ini patut didukung oleh masyarakat,” ujar Sukardi.
Secara geografis, lokasi situs sekira 12 kilometer dari Titik Nol Kilometer Jogja. Kawasan ini satu area dengan objek wisata Batu Exotic yang mangkrak.
Warga berharap ada tindakan lebih lanjut dari pemerintah setempat dan instansi terkait agar situs tersebut dapat diteliti, dilindungi, dan dilestarikan sebagai bagian dari warisan sejarah di Sleman.
















