
PALEMBANG-Hujan gerimis pada Kamis (27/10) malam, seolah ikut merasakan duka mendalam yang dirasakan Jenderal Polisi Tito Karnavian, saat pesawat dari Jakarta yang membawa peti jenazah ayahnya, Drs H Achmad Saleh bin Saleh Mualim, tiba dikediamannya di Jalan Sambu, Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, sekitar pukul 22.15WIB.
Ayah dari Kapolri itu meninggal pada usia 78 tahun, saat masih mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM) Jakarta, sekitar pukul 16.18WIB. Setelah mendengar kabar tersebut, rumah duka di Jalan Sambu sudah terlihat ramai dikunjungi tetangga dan tamu.
Jenderal Tito Karavian yang saat tiba di rumah duka mengenakan kemeja lengan pendek, warna biru motif kotak-kotak, terlihat tak bisa menyembunyikan rasa sedih yang mendalam. Tak banyak kata yang keluar dari mulut sang Kapolri, ketika dia bersalaman dengan para tamu. Sebaliknya, para tamu yang melayat ke rumah duka pun memahami apa yang dirasakan sang jenderal. Diantara tamu yang hadir, terlihat Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Wali Kota Palembang Harnojoyo, tokoh masyarakat Sumsel H Alim dan masih banyak lagi, turut bersama tamu lain membacakan ayat-ayat suci Alquran.

Sulasiman, paman dari sebelah ibu Tito Karnavian menuturkan, bahwa kakak iparnya menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 16.10WIB, setelah mengeluhkan rasa sakit dibagian dada. Karena didada almarhum ada flek. Namun dirinya mengaku tidak mengerti bahasa medis penyakit apa sebenarnya yang diidap oleh almarhum. “Sebelumnya, tim medis sempat memompa dada almarhum, namun Allah berkata lain,” tuturnya, seraya menambahkan semua keluarga tidak ada firasat apapun kalau almarhum akan meninggalkan semuanya.
Dia mengatakan, bawah jenazah almathum sudah dimandikan di RSCM dan rencananya akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Puncak Sekuning setelah sholat Jumat.(tul)
















