PALEMBANG, fornews.co – Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Priyo Widyanto tak mampu berkata banyak saat mencicipi buah durian hasil tanaman Gubernur Sumsel Herman Deru.
“Ini (durian) lokal. Beli di pameran buah IPB di Senayan (tahun 2016). Belum tahu namanya, tapi (hasil) ditempel (berbagai varian),” ujar HD saat menyodorkan buah durian hasil kebun kepada Pangdam dan Kapolda pada pembukaan Festival Buah dan Pertanian Unggulan III di Griya Agung Palembang, Sabtu (11/01).
Bahkan saat Pangdam menawari buah durian tersebut kepada istrinya dan istri Gubernur Febrita Lustia, HD melarang istrinya mengambil durian tersebut.
“Dak usah (diambil) ma, memang untuk Jenderal nian. Kalau ibu Pangdam boleh,” seloroh HD sambil tertawa.
“Gimana pak, bu, gak ada bijinya kan,” tanya HD yang dijawab anggukan Pangdam dan istri.
Festival Buah dan Pertanian Unggulan III yang diprakarsai Himpunan Alumni IPB ini sudah lama dinanti-nanti. Sebab berbagai buah dan hasil pertanian di Sumsel dan beberapa daerah lain ditampilkan di sini. Tidak hanya dilihat, dengan membayar tiket masuk Rp50.000 per orang, pengunjung bisa makan buah yang ada di seluruh stan sepuasnya. Tentu saja yang menjadi buruan pengunjung adalah stan yang menyediakan buah durian dari berbagai daerah. Sebab memang saat ini bertepatan sedang membanjirnya “Raja Buah” tersebut di Palembang.
Usai membuka acara, Gubernur berterima kasih kepada Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) yang melaksanakan festival ini. Sebab acara ini sangat membantu para petani buah di Sumsel.
“Produktivitas tanpa marketing yang jelas tidak ada gunanya. Makanya saya terima kasih kepada alumni IPB. Sebab memang beginilah cara membantu petani, tidak hanya membantu bagaimana cara memproduksi yang banyak tapi juga cara memasarkan,” tutur HD.
Sementara itu, Yuyun Yusnita, seorang pengunjung festival buah ini mengaku senang dengan adanya acara ini. Sebab selain untuk wisata kuliner, festival buah ini juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana edukasi.
“Selain berburu buah durian yang bisa makan sepuasnya, saya juga mengajak anak-anak untuk mengenalkan berbagai macam buah yang mungkin selama ini hanya dilihat di buku pelajaran atau di tv saja. Ternyata anak-anak sangat tertarik melihat buah-buah yang sudah jarang mereka temukan di Palembang,” tukasnya. (ije)

















