BATURAJA, fornews.co – Pembangunan yang dilakukan pihak RSUD dr Ibnu Sutowo Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), berdampak bagi pasien anak. Ruang (sal) inap pasien anak dibongkar, untuk dilakukan pembangunan ulang, memaksa pihak rumah sakit merawat di lorong atau luar ruangan.
Pembongkaran sendiri ditujukan agar lekas dibangun, namun ternyata pihak RS tersebut masih terganjal izin Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), yang tak kunjung keluar. Sementara, dana pinjaman untuk pembangunan dapat dikeluarkan bila ada lahan untuk membangun.
Pantauan di lapangan Selasa (09/10), setidaknya ada puluhan pasien anak yang harus rela dirawat di lorong-lorong RS milik daerah tersebut, sembari menunggu ada kamar kosong, yang saat ini jumlah sangat terbatas yakni hanya bisa menampung 23 pasien anak.
“Sebelum dilakukan perawatan kita sudah menjelaskan kepada keluarga pasien tentang keadaan rumah sakit, dan keluarga pasien semua setuju,” terang salah satu perawat RSUD Baturaja, yang ditemui di kawasan ruang rawat inap anak.
Diakuinya, jumlah pasien anak saat ini mengalami peningkatan terutama pasien penyakit diare. “Memang biasa terjadi saat musim kemarau penyakit diare meningkat khususnya pada anak-anak,” ucapnya seraya mengatakan kamar yang tersedia tidak dapat mengakomodir karena dari 23 kamar yang ada pasien anak tercatat 30 orang.
Menanggapi hal itu, anggota DPRD OKU, Rusman Junaidi mengatakan, jika hal tersebut resiko untuk membuat pelayanan yang lebih baik lagi. “Yang terpenting adalah bagaimana perawatan yang diberikan oleh pihak rumah sakit kepada pasien. Inikan demi kebaikan kita bersama,” katanya.
Ia menjelaskan, pembangunan RSUD Baturaja, ini terhambat salah satunya mengenai masalah limbah rumah sakit, sehingga izin AMDAL-nya belum dikeluarkan. Karena hal tersebut adalah syarat mutlak dimulainya pembangunan RSUD.
Menanggapi pembongkaran dilakukan sebelum izin AMDAL keluar, menurut Rusman, hal itu agar dana pembangunan bisa dikeluarkan. Satu syarat pembangunan dengan meminjam uang harus ada lahan yang siap bangun.
“Makanya harus dibongkar dulu biar persyaratan lahan ada, karena mengingat RSUD membangun masih di lahan lama. Kecuali RSUD dibangun di lahan baru otomatis lahannya pasti ada. Yang jelas kita dukung saja pemerintah daerah untuk menjadikan RSUD menjadi rumah sakit yang megah dan bagus,” pungkasnya. (gus)

















