Fornews.co – Masker saat ini menjadi salah satu hal yang wajib digunakan untuk mencegah penularan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Beriringan waktu, trend masker saat ini terus bermunculan mulai dari bentuk hingga teknologi.
Kenyamanan dalam menggunakan masker ini juga turut menjadi pilihan. Apalagi, bagi kaum perempuan memilih masker yang tepat akan sangat membantu kenyamanan dalam menggunakan masker ini, termasuk kenyamanan dalam hal ini tidak memicu jerawat serta riasan ataupun lipstik yang tidak menempel di masker.
Namun, kini beredar sebuah alat yang disinyalir mampu membantu mencegah menempelnya lipstik menempel pada masker. Lalu, apakah penyangga ini nantinya efektif untuk melindungi diri dari bahaya penularan virus corona.
Benda ini disebut juga dengan Braket Masker. Braket atau penyangga masker biasanya terbuat dari silikon dan dirancang agar masker tidak menyentuh wajah yang tujuannya sudah pasti, untuk memudahkan pernapasan, membuat artikulasi bicara menjadi lebih jelas, dan mempertahankan riasan wajah untuk wanita.
Lalu, bagaimana dengan fungsi utama dari masker itu sendiri sebagai pelindung tubuh dalam menangkal virus corona, sementara adanya braket justru menjauhkan masker dari wajah?
Secara sederhana, braket masker ini akan menciptakan ruang di antara masker dan wajah, sehingga memperkecil ketidaknyamanan yang dirasakan oleh beberapa pengguna masker.
Meski begitu, belum ada studi atau data yang menunjukkan bahwa braket ini lebih aman atau kurang dibandingkan dengan hanya mengenakan masker. Pun, para ahli khawatir bagaimana braket ini justru memengaruhi fungsi utama dari masker itu sendiri.
Pasalnya, masker wajah dirancang untuk menjadi pembatas antara seseorang dengan orang lainnya, dan area sekitar hidung dan mulut menjadi elemen yang paling penting karena menjadi pintu masuk infeksi virus. Dilansir dari halodoc.com, Richard Watkins, M.D., seorang spesialis penyakit menular di Akron, Ohio sekaligus profesor internis di Northeast Ohio Medical University menyatakan bahwa penggunaan braket ini tidak direkomendasikan karena bisa memengaruhi fungsi dari benda itu sendiri sebagai pelindung wajah.
Senada dengan Richard, William Schaffner, M.D., spesialis penyakit menular dan profesor di Vanderbilt University School of Medicine juga berpendapat bahwa braket justru membuat masker menjadi kurang efektif. Masker dirancang sebagai pelindung diri dan orang lain, jika tidak pas, benda tersebut tidak akan berfungsi optimal. William berpendapat, masker dipakai karena fungsinya, bukan karena tampilannya.
Sementara, dari sisi kesehatan kulit, braket masker disinyalir bisa menyebabkan munculnya masalah kulit. Gary Goldenberg, M.D., asisten profesor dermatologi klinis di Icahn School of Medicine di Mount Sinai, New York City mengungkapkan, silikon dan plastik dapat mengiritasi kulit, terutama jika bersentuhan dalam waktu yang lama dan saat cuaca sedang panas. Beberapa orang juga mungkin memiliki riwayat alergi dengan plastik, silikon, atau komponen braket lainnya.
Meski mampu mengurangi kontak langsung antara masker dengan kulit, tetapi masih ada kemungkinan jerawat dan masalah kulit lainnya muncul di area braket penyangga. Jadi, jika kamu tertarik untuk menggunakan braket, kamu sebaiknya mempertimbangkan baik dan buruknya, terlebih virus corona semakin cepat menular. Ingat selalu bahwa kamu memakai masker untuk pelindung dan penangkal virus, bukan hanya semata sebagai penutup muka atau bahkan sekadar gaya. (ads/rif)
#satgascovid19 #ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker #jagarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan #cucitangandengansabun

















