PALEMBANG, fornews.co – Menyikapi besarnya gelombang aksi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang menimbulkan kerumunan, Epidemiolog dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Iche Andriayani Liberty mengingatkan agar penerapan protokol kesehatan tetap dijalankan selama kegiatan aksi, terutama memakai masker.
Menurutnya, berkerumun seperti kegiatan aksi massa sangat berisiko terjadi penularan virus corona. Meski dipahami bahwa aspirasi yang disampaikan memang untuk kepentingan rakyat dan lingkungan. Apalagi, jika aksi terus berlanjut berhari-hari. Iche mengatakan, seandainya bisa menyalurkan aspirasi dengan cara lain, ia berharap tidak dengan unjuk rasa yang berkerumun banyak orang.
“Jika memang tidak dapat dielakkan atau dibendung lagi, saya hanya bisa mengimbau rekan-rekan mohon tetap pakai masker dan jangan ‘bongkar pasang’ sepanjang kegiatan berlangsung,” kata Iche kepada fornews.co, Rabu (07/10).
Iche juga mengimbau kepada peserta aksi agar sebisa mungkin memakai faceshield, serta pakai handsanitizer dengan rutin. Jika memungkinkan, lebih baik hindari kontak fisik. Selain itu pastikan bahwa tubuh dalam kondisi sehat.
“Karena tidak ada jaminan rekan kita bukan carrier Covid-19,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kerumunan lain yang berisiko besar terjadi penularan Covid-19, yakni pesta demokrasi Pilkada Serentak 2020 yang sudah mulai masuk tahapan kampanye. “Sangat berisiko,” tuturnya. (yas)
#satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibupakaimasker #ingatpesanibujagajarak #ingatpesanibucucitangan #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun
















