
PALEMBANG, fornews.co-Hujan gerimis yang menjatuhi Kota Palembang, Sabtu (28/01) pagi, tidak mempengaruhi ratusan warga keturunan Tiongkok mendatangi Vihara Dewi Kwan Im.
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, kedatangan mereka ke vihara di kawasan 10 Ulu ini, guna melaksanakan ritual sembahyang hari pergantian tahun baru Imlek. Warga keturunan Tiongkok ini melakukan sembahyang untuk memanjatkan doa agar di tahun yang baru ini, segala sesuatunya lebih baik dari tahun sebelumnya. Usai melaksanakan sembahyang, mereka melakukan tradisi Fangsheng.
Bagi warga Tiongkok, tradisi Fangsheng yang melepaskan hewan, seperti burung, kura-kura dan ikan, ke alam bebas sesuai habitatnya ini, merupakan tradisi yang terus dilestarikan beribu-ribu tahun. “Melepaskan binatang-binatang yang dikurung ini sudah tradisi. Jadi, saya lepas burung supaya bebas seperti manusia,” ujar Junaidi, dibincangi saat membeli burung pipit di kasawan Vihara Dewi Kwan Im, Sabtu (28/01).
“ini supaya lebih sejahtera dan damai. Jadi, lepasin burung semoga tahun ini lebih baik dan lancar rezekinya,” timpal Novia, yang juga mengikuti tradisi Fangsheng tersebut.
Sementara, Rosihan, penjual burung pipit menuturkan, dari tradisi ini membawa berkah sendiri bagi mereka. Burung-burung tersebut, memang sebagian dibeli di Pasar Burung, dan sebagian lagi mencari atau hasil tangkapan sendiri. “Satu burung dijual Rp3.000 per ekor. Lumayan, kadang ada yang beli sekandang Rp20.000 atau ada juga yang dijual Rp10.000. Kalau banyak tergantung rezekinya biasanya perhari bisa dapat Rp500.000,” tuturnya. (tul)















