PALEMBANG, fornews.co – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung (Kanwil DJP Sumsel Babel) melakukan penegakan hukum di bidang perpajakan berupa sita serentak.
Menurut Kepala Kanwil DJP Sumsel Babel, Ismiransyah M Zein, penegakan hukum berupa sita serentak ini dilakukan di seluruh Kantor Pelayanan Pajak di wilayah Kanwil DJP Sumsel Babel. Sita serentak kali ini menyasar wajib pajak orang pribadi dan wajib pajak badan.
“Jumlah tunggakan pajak sebesar Rp33,9 milyar dengan rincian Rp32,2 milyar di wilayah Sumatera Selatan dan Rp1,7 milyar di wilayah Kepulauan Bangka Belitung,” ujarnya, Selasa (03/10).
Ismiransyah menegaskan, pihaknya mengingatkan masyarakat untuk taat pajak dengan melakukan penegakan hukum di bidang perpajakan. Karena, kegiatan tindakan penagihan serentak dalam bentuk sita serentak ini adalah salah satu langkah penegakan hukum perpajakan.
Sesuai dengan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2000 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa, bahwa Penagihan Pajak adalah serangkaian tindakan agar Penanggung Pajak melunasi utang pajak dan biaya penagihan pajak dengan menegur, memperingatkan, melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus, memberitahukan Surat Paksa, mengusulkan pencegahan, melaksanakan penyitaan, melaksanakan penyanderaan dan menjual barang hasil sitaan.
“Sedangkan penyitaan adalah tindakan Jurusita Pajak untuk menguasai barang Penanggung Pajak, guna dijadikan jaminan pelunasan utang pajak menurut peraturan perundang-undangan,” tegasnya.
Hasil tindakan penyitaan yang dilakukan pada hari ini, terangnya, didapatkan 19 objek sita dengan nilai taksiran sebesar Rp13,5 milyar. Pelaksanaan sita serentak ini juga telah dikoordinasikan dengan pihak keamanan setempat dan jajaran perangkat daerah sebagai saksi dalam pelaksanaan tersebut.
“Upaya penegakan hukum dalam bentuk sita serentak ini diharapkan dapat meningkatkan penerimaan pajak di Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung. Selain itu, diharapkan akan menyadarkan Wajib Pajak lainnya terhadap pemenuhan kewajiban perpajakannya. Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban perpajakan akan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap penerimaan pajak,” tandasnya. (tul)

















