YOGYAKARTA, fornews.co—
Warga Kleben VII, Sidorejo, Godean, Sleman, DIY, melakukan Gerakan Canthelan.
Gerakan ini dilakukan untuk membantu masyarakat terdampak pandemi. Terutama bagi warga berekonomi rendah.
Gerakan Canthelan semula hanya stimulus yang dilakukan oleh Kagama Care berlanjut hingga sekarang.
“Kagama Care merasa ikut bertanggung jawab memberikan penguatan ketahanan pangan. Dimana intinya adalah kedaulatan, kemandirian dan keamanan pangan,” ujar Wahyuningtyas Ketua Posko DIY 7, Ahad.
Kagama Care yang merupakan Keluarga Alumni Gadjah Mada dengan basis komunitas sosial kemasyarakatan telah memiliki lebih dari 105 titik, di 23 Provinsi di Indonesia.
“Bantuan yang sudah diberikan adalah variasi menu makanan sekali masak,” imbuh Tyas.
Selain itu, katanya, penyediaan bibit sayuran bahkan sudah dua kali dialokasikan.
“Juga perlengkapan protokol kesehatan berupa masker, ember cuci tangan dan sabun cair untuk 4 titik lokasi,” ungkapnya.
Selain sembako, Gerakan Canthelan juga membagikan bantuan makanan dalam bentuk variasi menu makanan sekali makan.
Contoh variasi menu makanan sekali makan, yakni sayuran lodeh, sop, dan sejenisnya. Lauk pauk dan buah-buahan.
Tyas mengatakan, hingga hari ke-25 ini, jumlah menu makanan tersebut sudah dibagikan sebanyak 525 paket.
Dalam Gerakan Canthelan bahkan ada warga yang mendonasikan uang sebagai bentuk kepeduliannya terhadap bencana pandemi.
Sembako yang di-canthel-kan (digantungkan) berisi beras, mie instan, tempe, telur, terong, santan saset, dan aneka bumbu.
Warga yang membutuhkan dapat mengambil “Canthelan” yang digantungkan pada sebuah bambu panjang yang dibuat mirip jemuran.
Gerakan Canthelan bahkan mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun.
Wakil Bupati beserta rombongan dari pemerintah Kabupaten Sleman, termasuk Camat Godean dan Bhabinsa Sleman, sempat berkunjung dan melihat langsung Gerakan Canthelan.
Gerakan ini diharapkan dapat membuat warga saling membantu di masa pandemi virus corona (Covid-19). (adam)

















