
BATURAJA, fornews.co – Seorang balita penderita gizi buruk di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 05.30 WIB di rumah sakit Noer Hasmir (DKT) Sabtu (29/07) setelah dilakukan perawatan selama satu malam.
Nyawa NV balita (9 bulan) warga Kemiling Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur ini, tidak bisa tertolong lagi lantaran selain gizi buruk yang dideritanya, NV juga menderita penyakit Bronkopneumonia, di mana penyakit tersebut menyerang saluran pernafasan NV.
Kepala Dinas Sosial OKU, Saiful kamal saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya membenarkan adanya informasi tersebut. Namun kata dia, pihaknya belum mengetahui persis apakah gizi buruk atau ada penyakit lain yang menyebabkan kematian NV.
“Semalam (Jumat, 28/07) saya dihubungi Dr Rika dari rumah sakit DKT yang menginformasikan jika ada penderita gizi buruk saat ini sedang dirawat di rumah sakit DKT. Mendapat laporan tersebut, kami langsung melakukan pengecekan ke rumah sakit, dan ternyata benar ada pasien gizi buruk dan tidak masuk dalam jaminan kesehatan BPJS serta dari keluarga yang kurang mampu,” kata Saiful.
Sambung Saiful, saat pihaknya sedang melakukan kepengurusan BPJS, tetapi ternyata upayanya terhenti setelah mengetahui sang balita sekitar pukul 05.30 WIB meninggal dunia. “Karena batas wewenang kita hanya bagian tidak mampunya keluarga NV. Untuk masalah kesehatan biar pihak Dinkes yang menjawab,” terangnya.
Ia mengimbau, jika ditemukannya kasus seperti ini, segeralah secepat mungkin untuk melapor ke Dinas social, agar cepat ditindak lanjuti. Masyarakat jangan takut untuk melapor, dan jangan takut dimintai biaya. Saiful menegaskan, semua gratis karena sudah ditanggung oleh pemerintah.
“Lagian, untuk balita kan sudah ada program pemerintah yakni Kartu Menuju Sehat (KMS). Makanya, kami minta para Kades, RT harus proaktif melakukan pemantau kepada warga Penyandang Masalah Kesejahteraan (PMK) terkhusus yang pempunyai penyakit baik menular atau tidak,” tandasnya. (gus)

















