PALEMBANG, fornews.co – Pada grand launching Rumah Kopi Sumsel, Sabtu (27/04), Gubernur Sumsel Herman Deru menyatakan keinginannya mendirikan sebuah Akademi Kopi di Sumsel.
Hasrat Deru untuk mendirikan Akademi Kopi berkaca pada berdirinya Akademi Migas di Sumsel karena memiliki latar belakang sebagai daerah penghasil migas.
Berangkat dari itu, Deru akhirnya tergugah juga untuk mendirikan Akademi Kopi lantaran Sumsel merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia.
“Kalau memang bisa, saya (juga) ingin mendirikan Akademi Kopi di Sumsel,” kata Deru dalam sambutan grand launching Rumah Kopi Sumsel di pelataran BKB Palembang.
Bahkan, Deru menyatakan segera mengurusnya di Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) untuk proses pendirian akademi tersebut.
“Senin nanti akan kami layangkan surat ke Dikti (Ristekdikti) sebagai rencana awal mendirikan Akademi Kopi,” tegasnya.
Selanjutnya Deru menyerukan, sudah saatnya pihak-pihak terkait mengambil langkah serius menjadikan Sumsel sebagai daerah penghasil kopi terbaik, baik dari sisi kualitas hasil panen maupun hasil olahan.
Dengan begitu, Sumsel tak hanya menghasilkan minuman kopi yang nikmat, namun juga bisa menghadirkan aroma kopi dalam bentuk parfum (pengharum).
“Kita jangan tanggung lagi karena ini kita sudah keluar biaya. Kepada pihak Bank Indonesia bantu kami agar petani dapat merasakan sentuhan kita para insan yang diamanahkan membuat kebijakan,” tuturnya.
Gagasan pendirian Akademi Kopi oleh gubernur disambut positif oleh Dewan Kopi Sumsel, Zain Ismed. Ia menyatakan sangat setuju dengan ide gubernur.
Menurutnya, Akademi Kopi sudah sewajarnya diperlukan, mengingat ke depan kopi mempunyai prospek jangka panjang yang sangat baik. Tahapan – tahapan pendidikan kopi dari hulu ke hilir, masing-masing berpotensi menghasilkan nilai tambah.
“Di hulu ada pabrik pengolah kopi dan di hilir ada baristanya, ini perlu pengetahuan. Jadi akamedi itu kita dukung dan kita sudah punya program yang sudah kita jalankan di salah satu kabupaten, yaitu program petani kopi dan sudah ada silabusnya,” ungkapnya.(irs)
















