PALEMBANG, fornews.co – Dijadwalkan beroperasi penuh di akhir Juli 2018, Light Rail Transit (LRT) Sumatra Selatan akan diupayakan bisa melaju awal Juli.
“Tolong cepat sedikit pak, kalau akhir Juli artinya tinggal dua minggu lagi sudah Asian Games. Kalau bisa di sekitar akhir-akhir Juni (sudah operasional penuh), karena kita sudah tidak sabar mencoba LRT ini,” ujar Gubernur Sumatra Selatan H Alex Noerdin pada sambutan Penerimaan Trainset Light Rail Transit Sumatra Selatan di pelabuhan Boom Baru Palembang, Jumat (20/4) sore.
Dikatakan Alex, LRT ini bukan sekadar alat transportasi untuk mengangkut atlet dan ofisial Asian Games dari Bandara SMB II ke Jakabaring. Akan tetapi lebih dari itu, LRT merupakan solusi kemacetan yang berdasarkan studi bahwa Palembang akan macet total atau deadlock pada tahun 2020. Makanya untuk mengantisipasi hal itu, pengembangan transportasi massal dilakukan sekarang.
“Ada satu hal yang tidak kalah penting, infrastruktur ini merubah kultur. Jadi penggunanya dipaksa untuk disiplin, harus menjaga kebersihan, menghargai orang lain, antre dan lain sebagainya. Jadi berbanggalah, tidak banyak kota memiliki LRT dan kita yang pertama di Indonesia,” tukas Alex.
Sementara itu Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi menyatakan kegembiraannya atas kehadiran trainset LRT di Palembang. Hal ini menunjukkan progres yang sudah dijadwalkan berjalan sesuai rencana.
“Saya mungkin setuju sama Pak Gubernur, kalau bisa dipercepat ya dipercepat saja pak Dirjen (Perkeretaapian), jangan lama-lama. Jadi fase-fase seperti klarifikasi hasil sertifikasi dipercepat, karena kita ingin ya paling enggak dua minggu, jangan satu bulan. Sehingga penyelesaiannya lebih cepat. Bukan pertengahan tapi awal Juli 2018,” kata Budi.
Menurut Budi, setelah trainset ini datang, maka selanjutnya akan dilakukan beberapa tes baik tes statis maupun tes dinamis yang dilanjutkan terakhir dengan tes riil. Satu hal yang menjadi catatan, lanjut Budi, ini adalah LRT pertama di Indonesia. Oleh karenanya Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perkeretaapian akan mempersiapkan fasilitas ini secara baik agar bisa melayani masyarakat dengan baik. Dengan memperhatikan level of service, keamanan dan kenyamanan, serta tentunya memberikan tarif yang terjangkau bagi masyarakat.
“Pemerintah pusat dan daerah ingin sekali menjadikan LRT ini lifestyle baru bagi masyarakat Palembang dan Palembang akan menjadi contoh bagi kota-kota lain di mana angkutan massal itu menjadi suatu keniscayaan,” tutur Budi.
“Insya Allah LRT bisa beroperasi segera. Karena persinyalan dan rel on schedule. Paling tinggal depo yang perlu harus difinalisasi agar bisa beroperasi penuh,” pungkasnya. (ije)

















