PALEMBANG, fornews.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel langsung bereaksi atas statement dari Anggota Komisi V DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, terkait proyek Jembatan Musi IV yang dinilai proyek ngawur.
Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Sumsel, Ucok Hidayat menerangkan, bahwa pengerjaan Jembatan Musi IV sudah sesuai dengan ketentuan. Perencanaan Jembatan Musi IV sudah berdasarkan studi kelayakan, AMDAL. Kemudian, mengenai ketinggian clearence Musi IV, diputuskan pada ketinggian 13,75 meter di atas ketinggian clearence Jembatan Ampera 11, 25 meter.
Ucok melanjutkan, berdasarkan hasil rapat koordinasi penentuan clearence Jembatan Musi IV pada 25 Februari 2015 lalu, yang dihadiri KSOP Palembang, Kantor Distrik Navigasi Palembang, dan yang lainnya, bahwa sesuai kondisi lapangan Jembatan Musi IV itu berada di sebelah hulu dari Pelabuhan Internasional Boom Baru, sehingga tidak akan dilayari oleh kapal berukuran besar dan tinggi.
“Jadi, ini tidak masuk dalam kriteria SK Menhub bahwa pelabuhan internasional minimal tinggi clearence jembatan yang akan dilalui kapal adalah 40 meter,” terangnya.
Hasil keputusan rapat koordinasi tersebut, ungkap Ucok, telah dituangkan dalam SK Gubernur No : 630/0697/DISHUBKOMINFO pada Maret 2015. “(SK itu) disampaikan Kepada Kemenhub dan Kemen PUPR yang menjadi bagian dari pengambilan keputusan Koordinasi Tingkat Departemen, sehingga penentuan tinggi clearence Jembatan Musi IV sudah melalui mekanisme sesuai aturan dan ketentuan,” ungkapnya.
Sementara, pada jumpa pers di ruang kerjanya, Jumat (20/04), kepada wartawan, Ucok menyatakan, memang yang dipermasalahkan oleh anggota Komisi V DPR RI itu terkait ketinggian jembatan dari permukaan air.
“Dia (Anggota Komisi V DPR RI) menghubungkan dengan Kepmen Perhubungan, bahwa untuk pelabuhan internasional itu 40 meter. Itu bila dilalui, tapi kan kita tidak melalui. Karena jembatan (Musi IV) itu berada di hulu dari pada pelabuhan, kecuali jembatan itu berada di hilirnya, ya harus mengikuti standar yang ditentukan oleh Kementerian Perhubungan,” ujarnya.
Pria yang juga Mananjer Sriwijaya FC itu menambahkan, sejauh ini pengerjaan Jembatan Musi IV tengah on progres, bahkan bahkan melebihi dari schedule. “Untuk sementara ini kita tidak bicara akan dihentikan atau tidak, tapi kita mempercepat pembangunan jembatan itu sendiri,” tandasnya.
Sehari sebelumnya, Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono menilai, pengerjaan Jembatan Musi IV adalah proyek ngawur, lantaran ketinggian antara jembatan dan permukaan tidak sesuai dengan ketentuan, yakni 40 meter. (bas)

















