KAYUAGUNG, Fornews.co – Sesuai rencana, Tim Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), hari ini (26/04) melakukan contact tracing terhadap warga Desa Tapus, Kecamatan Pampangan, Kabupaten OKI, Sumatera Selatan (Sumsel) yang meninggal dunia dan diisukan karena terpapar virus Corona.
Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten OKI, Iwan Setiawan SKM MKes mengungkapkan, meski hasil pemeriksaan sampel swab terhadap warga tersebut belum diketahui dan belum dapat dipastikan apakah karena terpapar virus Corona atau tidak pihaknya tetap melakukan contact tracking ini.
Dari contact tracing ini diketahui delapan orang yang diduga merupakan kontak erat dengan warga ini dan diperiksa oleh petugas kesehatan dengan pengambilan sampel Rapid tes (RDT). “Ada delapan sampel kotak erat (yang diperiksa),” kata Iwan kepada fornews melalui pesan WhatsApp.
Hasilnya, lanjut Iwan, semua pemeriksaan sampel RDT tersebut negatif COVID-19. “Hasil RDT terhadap kontak erat yaitu negatif Covid-19,” ungkapnya.
Diberikan sebelumnya, isu kematian warga Desa Tapus karena disebabkan Virus Corona tersiar di sejumlah media sosial. Terkait hal ini, gugus tugas COVID-19 Kabupaten OKI mengungkapkan bahwa kematian warga tersebut belum bisa dipastikan meninggal dunia karena virus Corona karena hasil swab warga tersebut belum diketahui.
“Belum bisa dipastikan positif karena sampai dengan saat ini belum ada hasil pemeriksaan sampel swab yang diterima,” terangnya, Sabtu (25/04) sore.
Dijelaskannya, orang tersebut diketahui tidak memiliki riwayat bepergian ke luar kota dan tidak pernah ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Warga yang diketahui berasal dari Desa Tapus ini diungkapkannya sebelumnya mendapat perawatan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang dengan gejala hemifarase dan hypertensi.
“Yang bersangkutan mengalami gejala hemifrase, kejang- kejang (mirip orang kesurupan). Oleh keluarga langsung dibawa berobat ke RS Muhamadiyah Palembang, namun setelah dirawat pada jumat (24/4/2020), dinyatakan meninggal dunia dan anjuran dari pihak rumah sakit Muhammadiyah untuk dimakamkan di pemakaman khusus,” pungkasnya. (rif)

















