
SEKAYU, fornews.co-Pada pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba), Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas) mengadukan kalau dalam eksplorasi yang dilakukan dalam hal seismik di wilayah tersebut menghadapi kendala.
Haswanto Jaya perwakilan SKK Migas menyampaikan, ada beberapa kendala yang dihadapi tim survei seismik guna mengeksplorasi kandungan minyak di lapangan seperti warga Desa Layan dan Bangkit Jaya, meminta perbaikan jalan. Bahkan beberapa warga dari Desa Kertayu mengajukan penolakan.
“Untuk itu, dalam kesempatan ini kami meminta bantuan dari Pemkab Muba, untuk menyelesaikan permasalahan ini,” harapnya dalam pertemuan di ruang rapat Bupati, Selasa (14/03). Pertemuan ini di hadiri langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati H Yusnin, Asisten 1 H Rusli SP MM, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Sungai Keruh dan perwakilan dari SKK Migas.
Haswanto menjelaskan, terkait progres pekerjaan survei seismik 2D Selingsing, sepanjang 608 KM yang melawati tiga kabupaten yakni Kabupaten Muba, Pali dan Kabupaten Muaraenim. “Untuk di Kabupaten Muba, sendiri pekerjaannya telah dilakukan sejak November 2016 yang melewati 3 kecamatan, yakni Kecamatan Sekayu, Plakat Tinggi dan Kecamatan Sungai Keruh,” ujarnya.
Sementara, Pj Bupati H Yusnin menyatakan, pemerintah akan mendukung eksplorasi sumber daya alam (SDA) sebagaimana yang dipaparkan pihak SKK Migas. “Ini merupakan hal yang positif bagi Kabupaten Muba. Untuk permasalahan yang dihadapi oleh SKK Migas, saya tegaskan kegiatan survei seismik tetap dijalankan, karena ini hasilnya untuk masyarakat Muba, sendiri,” katanya.
Adapun untuk menyelesaikan hambatan twrsebut, Yusnin juga memerintahkan para camat dan kades untuk tetap melakukan sosialsi dengan warga untuk menghindari hal-hal yang kurang diinginkan. “Para Camat dan Kades harus aktif untuk mensosialisasikan ini,” tukasnya. (cak)
















