MAGELANG, fornews.co – Menteri Pemuda dan Olahraga (Mepora) Imam Nahrawi menyampaikan, momentum Hari Olahraga Nasional (Haornas) sangat penting memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi, pengorbanan serta perjuangan seluruh pihak yang berkontribusi dalam membangun kemajuan olahraga dari tingkat daerah hingga pusat.
Dedikasi dimaksud yakni mulai dari atlet, pelatih, manajer, pemilik klub, pimpinan cabang olahraga, para pembuat kebijakan, kampus-kampus dan sekolah olahraga, media dan juga masyarakat yang mencintai olahraga. Diakuinya, perjuangan bangsa Indonesia menghadirkan kembali kejayaannya di bidang olahraga masih harus melalui jalan panjang dan penuh tantangan.
“Semangat olahraga yang mempersatukan ini, banyak kegiatan-kegiatan keolahragaan diarahkan untuk menumbuhkan kembali semangat cinta tanah air, dan penyatuan kembali semangat kebangsaan dan solidaritas di antara sesama warga masyarakat,” ujar Imam, pada puncak peringatan Haornas bertema “Olahraga Menyatukan Kita” di Alun-alun Kota Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (09/09).
Ia menjelaskan, tidak hanya tentang persatuan, olahraga juga mengajarkan banyak hal tentang makna kejujuran, sportivitas, keadilan dan juga kebanggaan ksemua sebagai sebuah bangsa. “Ketika semua bersatu dan berjuang untuk olahraga, maka serentak kita akan berkata inilah Indonesia, Indonesia Raya…!!! maka di situlah kebanggaan kita hadir dari olahraga,” ucapnya.
Imam menjelaskan, semangat perayaan Haornas kali ini,sedikit berbeda dari biasanya. Kurang lebih satu tahun jelang perhelatan olahraga paling bergengsi di Asia, dan Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah. Asian Games dan Asian Paragames 2018, harus menjadi momentum kebangkitan kembali kejayaan olahraga Indonesia.
“Keduanya harus meninggalkan warisan berharga bagi bangsa Indonesia, yakni meninggalkan infrastruktur olahraga yang lebih baik, lebih maju dan lebih modern, dan hal lainnya yang tidak kalah pentingnya adalah mewariskan masyarakat Indonesia yang gemar berolahraga,” terangnya.
Cak Imam (sapaan akrabnya di kalangan anak-anak muda dan para atlet) menambahkan, masyarakat yang gemar dan mencintai olahraga adalah dasar dari lahirnya prestasi olahraga. Dirinya ingin membidik prestasi dari tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan-kegiatan olahraga.
“Prestasi adalah sebuah proses panjang melahirkan dan menemukan atlet-atlet elit dari ribuan bahkan jutaan anak-anak Indonesia yang turun ke lapangan olahraga, yang berlari dan terus berlari, bergerak terus berolahraga, menempa dirinya dengan disiplin dan latihan keras untuk menjadi juara,” katanya.
Gerakan Ayo Olahraga
Di tahun 2017, Kemenpora mencanangkan Gerakan Ayo Olahraga. Gerakan Ayo Olahraga ini sudah berjalan sejak awal bulan Mei lalu dengan menggulirkan 3 program unggulan utama yaitu: Gowes Pesona Nusantara, Gala Desa dan Liga Sepakbola Pelajar (U-12, U-14, U-16 dan Liga Mahasiswa).
Kegiatan Gowes Pesona Nusantara telah melintasi 81 titik Kabupaten/Kota dari 90 Kabupaten/Kota, sementara itu Gala Desa telah berjalan dengan melibatkan 816 desa, 136 kabupaten/kota di 34 Provinsi. Untuk Liga Sepakbola Pelajar di berbagai level dan jenjang usia telah melibatkan ribuan pelajar dari seluruh Indonesia.
Secara khusus, program Gowes Pesona Nusantara diarahkan untuk melahirkan sebuah konsensus bersama dari seluruh daerah di Indonesia untuk melahirkan Hari Bersepeda Nasional. Sementara, pada kegiatan lainnya yakni Gala Desa dan Liga Sepakbola Pelajar, bertujuan untuk menjadikan kedua ajang tersebut sebagai wadah pencarian bibit-bibit olahragawan handal dan penuh potensi dari seluruh pelosok nusantara.
Gerakan Ayo Olahraga ini sejatinya juga bisa dikatakan menjadi tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang bertujuan melibatkan seluruh komponen bangsa untuk hidup sehat dengan berolahraga, hidup aktif dan produktif dengan berolahraga secara rutin dan teratur apapun jenis olahraganya. (ibr)

















