SEKAYU, fornews.co – Jelang bulan suci Ramadan 1442 H, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex menginstruksikan Dinas Perdagangan dan Perindustrian untuk memastikan harga barang pokok stabil dan tidak ada pedagang yang menjual bahan pangan mengandung zat berbahaya.
“Pastikan harga barang pokok stabil, lakukan Sidak semua pasar tradisional di Muba,” ujar Dodi, Rabu (24/3/2021).
Menurut Dodi, berdasarkan pengalaman menjelang bulan puasa, hampir semua barang pokok akan mengalami kenaikan harga.
“Maka dari itu harus kita pastikan harga harga tetap stabil, apalagi kita masih dihadapkan pada pandemi Covid-19,” katanya.
Kepala Disdagperin Muba, Azizah menyampaikan, pihaknya telah melakukan Sidak ke pasar tradisional dan mengecek harga-harga barang pokok di pasar.
“Harga harga barang pokok dan penting sampai menjelang Ramadan di pasar tradisional dalam wilayah Kabupaten Muba relatif stabil,” terangnya.
Namun, ada beberapa komoditas yang terjadi kenaikan seperti harga cabai merah dan kedelai. Di mana cabai merah terjadi kenaikan di kisaran harga Rp55.000 per kilogram dan kedelai sebagai bahan baku tempe naik dari harga Rp10.000 menjadi Rp12.000 per kilogram.
“Kenaikan bukan disebabkan karena mendekati Ramadan, tetapi memang sudah cukup lama terjadi kenaikan yang berlaku secara nasional,” tuturnya.
Tidak hanya mengecek stok dan harga bahan pokok, kata Azizah, Sidak ke pasar tradisional ini juga memeriksa bahan pangan yang diduga mengandung zat berbahaya. Bahkan Tim Pemantauan Kabupaten yang diturunkan terbilang lengkap karena terdiri dari unsur Disdagperin, BPPOM, Dinas Kesehatan, Dinas TPHP, Polres Muba, Satpol PP, Dinas PTSP, dan Bagian Hukum. Sejauh ini tim sudah melakukan pemeriksaan di beberapa pasar tradisional yang ada di empat kecamatan yaitu Sekayu, Sungai Lilin, Bayung Lencir dan Babat Toman.
“Sidak juga dilakukan dengan menguji sampel makanan untuk mengetahui kandungan yang terdapat dalam makanan seperti tempe, tahu, ikan laut, ayam, daging. Tujuannya agar tidak terjadi penggunaan bahan yang dilarang dan berbahaya seperi borax, formalin atau pengawet makanan lainnya serta kualitas bahan makanan yang sudah expired dilakukan pengecekan oleh tim gabungan,” tukasnya. (ije)

















