JOGJA, fornews.co — Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 kembali digelar dengan berbagai program melibatkan masyarakat luas.
Memasuki penyelenggaraan atraksi layang-layang internasional ke-11, Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 kali ini mengusung tema “Melayang bersama Keluarga Membentuk Generasi Emas yang Berkualitas”.
Ketua Panitia JIKF 2026, Anang Sarjiyanto, menyebut pemilihan tema event tahun ini mempertegas arah baru festival sebagai ruang edukasi, pengembangan kreativitas, sekaligus pembentukan karakter generasi muda.
“JIKF tidak hanya menjadi ruang pertunjukan, tetapi juga media pembelajaran, kreativitas, dan pengalaman budaya yang dapat membentuk generasi muda yang berkualitas,” ujarnya dalam konferensi pers di Jogja, Rabu, 1 Juli 2026.
Transformasi itu ditandai dengan hadirnya sejumlah program baru yang belum pernah digelar pada penyelenggaraan sebelumnya.
Selain tetap menghadirkan peserta dari berbagai negara, JIKF tahun ini memperkuat aspek pendidikan melalui pelatihan, kompetisi pelajar, hingga pemanfaatan layang-layang sebagai media teknologi.
Sejumlah program ditawarkan, salah satunya Seminar dan Workshop Kite Aerial Photography yang berlangsung pada 7–9 Juli 2026 mengenalkan teknik fotografi udara menggunakan layang-layang kepada masyarakat, mahasiswa, maupun generasi muda.
Anang juga menyebut program tersebut menjadi bukti bahwa layang-layang memiliki nilai lebih dari sekadar permainan tradisional.
“Kami ingin memperkenalkan bahwa layang-layang juga dapat berkembang menjadi media edukasi, teknologi, dan kreativitas,” katanya.
Lebih lanjut, Anang juga menyampaikan JIKF 2026 juga meluncurkan Olimpiade Layang-Layang Pelajar Indonesia (OLLANESIA).
Kompetisi ini masuk dalam pusat prestasi nasional itu memungkinkan sertifikat peserta dimanfaatkan sebagai pendukung penilaian akademik.
Perlombaan akan dibagi berdasarkan jenjang pendidikan. Peserta TK hingga SD kelas 2 mengikuti lomba mewarnai layang-layang, siswa SD kelas 4–6 melukis layang-layang, sedangkan pelajar SMP berkompetisi merakit layang-layang. Seluruh rangkaian berlangsung di kawasan Parangkusumo.
Selain pelajar, siswa SMA juga akan dilibatkan dalam pelatihan berbasis proyek untuk membekali mereka dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah lulus sekolah.
Upaya memperkuat kualitas festival juga dilakukan melalui perluasan jejaring internasional. Tahun ini JIKF diikuti komunitas dan delegasi dari 17 negara, termasuk Lithuania.
Ketua Umum Komunitas Angkasa Satu, RDA Yuristianto, mengatakan festival terus dikembangkan agar memberi dampak yang lebih luas dibanding sekadar pertunjukan budaya.
“Kami ingin JIKF menjadi ruang edukasi, kolaborasi, dan internasionalisasi budaya Indonesia,” ucapnya.
Menurut dia, peserta mancanegara tidak hanya mengikuti festival, tetapi juga diajak mengenal kehidupan masyarakat dan budaya Jogja melalui sejumlah agenda wisata budaya.
Besarnya perhatian publik terhadap penyelenggaraan JIKF juga terlihat dari tingginya minat menjadi relawan. Dari lebih 1.000 pendaftar, panitia hanya menetapkan 92 volunteer yang akan bergabung dalam pelaksanaan festival. Secara keseluruhan tercatat 400 orang akan terlibat sebagai penyelenggara.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Daerah DIY. Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata DIY, Antarikso Trisno Wibowo, menilai kehadiran peserta dari 17 negara menjadi peluang memperluas promosi pariwisata sekaligus mendorong ekonomi kreatif masyarakat.
“Penyelenggaraan di Parangkusumo diharapkan meningkatkan kunjungan wisata dan memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional,” katanya.
Peserta asal Lithuania, Saulė Varškevičiūtė, mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat Jogja sejak tiba di Indonesia.
“Saya datang karena ingin bertemu para pelayang dari berbagai negara. Kotanya indah dan saya sangat menikmati kuliner lokal di Jogjkarta,” ujarnya.
Untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, panitia juga menggandeng Bluebird sebagai mitra transportasi. Selama 11–12 Juli 2026, pengunjung dapat memperoleh potongan harga hingga 20 persen melalui aplikasi MyBluebird dengan menggunakan kode promo JIKF.
Melalui penguatan program edukasi, kolaborasi internasional, serta keterlibatan masyarakat, JIKF 2026 berupaya menegaskan diri sebagai festival budaya yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberi manfaat bagi pengembangan sumber daya manusia dan promosi pariwisata Jogjakarta.

















