MUARADUA, fornews.co – Di Kabupaten OKU Selatan, banyak warga yang mengeluhkan mahalnya harga isi ulang gas elpiji 3 kilogram (Kg) atau gas subsidi yang mencapai Rp25.000. Sementara, harga eceran tertinggi (HET) di daerah tersebut yakni Rp17.500.
Kabag Perekonomian, Setda Pemkab OKU Selatan, Permiadi Haikal mengatakan bahwa kenaikan harga isi ulang gas elpiji 3 Kg tersebut tidak lain ulah dari para pengecer yang membandel (menaikan harga seenaknya).
“Karena dari tim kita selama Ramadhan untuk di tingkat agen pasokan masih aman dan mereka jual dengan HET,” katanya, Selasa (21/05).
Menurutnya, beberapa waktu lalu pemerintah terus melakukan monev untuk mencegah tidak terjadi kenaikan harga yang signifikan terhadap elpiji yang dipasarkan tersebut.
“Kita terus awasi. Kalau nantinya ditemukan ada oknum yang sengaja menimbun maupun menaikkan harga, akan kita tindak sesuai dengan aturan,” tegasnya.
Berdasarkan keluhan warga Muaradua, bahwa harga gas elpiji sangat berfariasi. Padahal yang mereka tahu, gas tersebut disubsidi pemerintah. Namun, kenyataan didapati warha harga eceran melampui kewajaran.
“Iya, kalau harga sudah menembus Rp25.000 pertabung jelas mengeluh kami,” tutur Lili (41) salah seorang IRT di warha Kelurahan Batu Belang, Selasa (21/05).
Sementara itu, salah seorang pemilik Agen Elpiji di wilayah Kota Muaradua, M Ali Hamzah dikonfirmasi terkait naiknya harga gas di tingkat pengecer mengatakan jika pihaknya masih menjual sesuai dengan HET, begitupun ketersediaan pasokan masih aman.
“Kalu di agen kami dapat dipastikan tidak ada kenaikan selama bulan Ramadahan. Kami masih menjual sesuai dengan HET Rp17.500 pertabung. Untuk stok di agen juga masih mencukupi, tidak ada kelangkaan,” katanya. (sub)

















