PALEMBANG, fornews.co – Update COVID-19 secara nasional Minggu 21 Juni 2020 hingga pukul 12.00 WIB terjadi penurunan kasus positif baru yang dilaporkan.
“Hari ini ada 18.229 spesimen yang diperiksa sehingga total spesimen yang sudah diperiksa menjadi 639.385. Hasil positif terkonfirmasi hari ini 862 dengan total 45.891,” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dr Achmad Yurianto pada konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, Minggu (21/06).
Menurut Yuri, melihat sebaran penambahan kasus positif baru, angka tertinggi hari ini adalah di DKI Jakarta 142, Sulawesi Selatan 112, Jawa Tengah 99, Kalimantan Selatan 94, Jawa Timur 91. Dari 34 provinsi terdampak ada 18 provinsi yang melaporkan penambahan kasus baru di bawah 10. Bahkan ada 9 provinsi yang melaporkan tidak ada penambahan kasus baru yaitu Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Riau, dan Sulawesi Barat.
Selain itu, lanjut Yuri, ada beberapa provinsi yang melaporkan kasus sembuh lebih banyak dari kasus positif baru. Di antaranya Gorontalo hari ini melaporkan 7 kasus baru dan 13 sembuh, Lampung 1 kasus baru dan 5 sembuh, Kalimantan Barat tidak melaporkan ada kasus baru namun ada 21 kasus sembuh.
“Sehingga total kasus sembuh hari ini 521 orang sehingga akumulasi sembuh 18.404 orang. Sementara itu ada juga penambahan kasus meninggal 36 orang sehingga total 2.465,” katanya.
Saat ini ada 439 kabupaten/kota terdampak di 34 provinsi. Sementara orang yang dipantau sebanyak 56.436 dan pasien yang dalam pengawasan ketat 13.225 orang.
Yuri menerangkan, hari ini Gugus Tugas COVID-19 memantau beberapa tempat seperti Car Free Day di Jakarta. Masih didapati sejumlah masyarakat lupa pentingnya melakukan physical distancing.
“Ini harus menjadi evaluasi bersama. Sebab menjaga jarak mutlak dilakukan bersama,” tegas Yuri.
Selanjutnya, Yuri juga menyebutkan Gugus Tugas COVID-19 juga melakukan pemantauan di beberapa Bandara yang mulai melakukan penerbangan di hari Minggu ini terutama yang mengarah ke Pulau Jawa. Dari pemantauan di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, dan beberapa titik lain juga demikian.
“Masih banyak masyarakat yang belum tertib menjaga jarak, meski sebagian besar kami lihat mereka sudah memakai masker,” tuturnya.
Disampaikan Yuri, beberapa daerah sudah melewati tahapan persiapan untuk menjalankan adaptasi kebiasaan baru. Proses untuk melaksanakan adaptasi kehidupan baru bukan sesuatu yang mudah dan sederhana untuk dilakukan. Keputusan ini adalah keputusan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di daerah yang dijabat para kepala daerah. Ada beberapa hal yang harus dilaksanakan sebelum memasuki adaptasi kebiasaan baru.
“Pastikan bahwa seluruh masyarakat telah memahami dan mampu melaksanakan dengan disiplin semua protokol kesehatan sebaik-baiknya. Dibutuhkan edukasi, sosialisasi, dan kegiatan yang terus menerus mengkampanyekan adaptasi kebiasaan baru sebagai hal mendasar jika kita ingin melakukan kegiatan produktif lainnya,” kata Yuri.
Dirjen P2P Kemenkes RI ini juga menegaskan, dalam penentuan wilayah mana yang memungkinkan untuk dilakukan kegiatan-kegiatan produktif kembali, maka kepala daerah sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di daerah harus melakukan kajian data yang teliti, detail, bersama seluruh pakar, ahli, dan tokoh-tokoh masyarakat yang ada di wilayah masing-masing. (ije)


















