SEKAYU, fornews.co – Untuk menjawab keraguan masyarakat atas vaksin COVID-19, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex siap menjadi orang pertama di Muba yang divaksinasi.
“Kalau nanti saya dinyatakan boleh divaksin, saya siap duluan menjadi objek untuk divaksin. Ini demi kesehatan masyarakat Muba,” ujar Dodi, Minggu (13/12).
Dodi menegaskan, kesiapan dirinya untuk menjadi objek pertama yang divaksin karena aktivitasnya yang seringkali berinteraksi dengan masyarakat secara langsung.
“Saya ingin menjaga juga agar warga Muba yang berinteraksi dengan saya bisa terhindar dari penularan wabah COVID-19,” katanya.
Selain itu, kesiapan tersebut jangan dinilai karena dirinya sebagai kepala daerah lantas mendapatkan jatah vaksin duluan. Justru dengan dirinya yang pertama kali divaksinasi sebagai contoh kepada masyarakat bahwa vaksin ini aman dan masyarakat berani dan siap untuk divaksinasi.
“Jadi jangan dianggap mentang-mentang Kepala Daerah harus dapat vaksin duluan, ini semata-mata demi menjaga kesehatan kita semua agar terhindar dari wabah COVID-19,” tuturnya.
Vaksin COVID-19 diperkirakan akan tiba di Muba pada minggu ketiga Januari 2021. Untuk tahap awal diprioritaskan bagi tim medis, kemudian TNI dan Polri serta petugas tenaga sosial.
“Kemudian penerima bantuan iuran atau PBI juga jadi prioritas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Muba dr Azmi Dariusmansyah menerangkan, Kabupaten Muba mendapatkan jatah sebanyak 836.499 vaksin dengan sasaran 380.227 warga.
“Nanti akan ada sebanyak 555 petugas vaksin atau vaksinator yang bertugas untuk memberikan vaksin ke masyarakat,” jelas Azmi.
Azmi menyampaikan, saat ini Dinkes Muba tengah menyiapkan data sasaran penerima vaksin, menyiapkan sarana tempat pemyimpanan, petugas pelaksana, dan jumlah pos layanan vaksinasi.
“Kemudian, nensosialisasikan pelaksanan vaksinasi dan protokol kesehatan di kelompok keluarga, dan menyiapkan tim dan PIC Fasyankes pelaksana vaksinasi,” bebernya.
Dijelaskan Azmi, sasaran vaksin nantinya diberikan ke penduduk usia 18-59 tahun dengan kondisi sehat dan tidak ada penyakit bawaan.
“Sebelum vaksinasi, sasaran akan dilakukan anamnesa oleh dokter untuk menentukan dapat divaksinasi atau ditunda,” terangnya. (ije)

















