SEKAYU, fornews.co – Pandemi COVID-19 belum berakhir, sudah ada potensi ancaman lain bagi masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin. Ancaman itu adalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Setiap tahun memasuki musim kemarau, Karhutla selalu menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Sumatra Selatan dan Muba khususnya. Meski telah diantisipasi dengan berbagai cara termasuk memberikan ancaman sanksi bagi individu maupun perusahaan yang kedapatan membakar lahan, namun hal itu belum efektif menekan angka Karhutla secara signifikan.
“Adapun tingkat kebakaran di tahun lalu dan sebelumnya harus menjadi pelajaran dalam menghadapi Karhutla di tahun 2020. Tidak menutup kemungkinan ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kebakaran yang salah satunya faktor manusia. Nah ini, sebagai tantangan bagaimana proses pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Kita harus dapat meminimalisir kebakaran di hutan, kebun dan lahan dalam wilayah Kabupaten Muba. Lakukan patroli mulai dari kecamatan hingga ke desa-desa. Lakukan koordinasi yang lebih baik lagi. Ketersediaan peralatan pemadaman harus disiapkan sejak awal. Jika tingkat kebakaran itu bisa ditekan, maka ini akan menjadi sebuah prestasi di Muba,” ujar Wakil Bupati Muba Beni Hernedi pada Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Karhutla di Muba Tahun 2020, yang dilaksanakan di halaman Mapolres Muba, Jumat (12/06).
Menurut Beni, kesiapsiagaan daerah dalam mengendalikan kebakaran hutan, kebun, dan lahan harus dilaksanakan, diawasi pelaksanaannya dan terus dilakukan evaluasi.
“Sesuai rencana aksi yang dapat disimpulkan dari hasil Rapat Koordinasi Khusus Tingkat Menteri pada 23 Januari 2019 di Kantor Menkopolhukam RI yaitu, koordinasi pengendalian tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten dengan mendorong penetapan siaga darurat lebih awal, pengaktifan Satgas, peningkatan upaya deteksi dini dan penyebarluasan informasi pengendalian, peningkatan patroli, pembuatan hujan buatan, peningkatan upaya manajemen gambut, peningkatan pelibatan masyarakat dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan,” papar Beni.
Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem menyampaiakan, ada 4 metode dalam penanggulangan Karhutla yaitu, lakukan pencegahan dengan merubah mindset masyarakat, pemadaman titik api dengan tepat dan baik, dan tidak dilewatkan adanya penegakan hukum. Selain itu Perangkat Daerah harus dapat berperan aktif, menyiapkan alat berat dan yang paling penting sumber airnya.
“Bersama padamkan api, bentuk sinergitas yang baik dalam menanggulangi dan pencegahan kebakaran hutan, kebun dan lahan di wilayah Kabupaten Muba,” kata Yudhi.
Ketua DPRD Muba Sugondo sangat mendukung penanggulangan Karhutla dari sisi penganggaran. “Kami juga akan turut membantu menjelaskan kepada masyarakat,” ungkap Sugondo.
Dandim 0401 Muba Letkol Arm Muhammad Saifudin Khoiruzzamani menambahkan, pihaknya telah mempersiapkan personel di tahun ini dan akan membuat konsep lebih baik dari tahun kemarin.
“Untuk sekarang sudah melaksanakan sosialisasi tentang larangan membakar hutan. Mudah-mudahan dapat mengantisipasi lebih awal,” jelasnya.
Kepala Manggala Agni Operasi Daerah Muba Adi Nofriyansyah menegaskan, pihaknya tetap siap siaga seperti biasanya. Di tahun ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI ada program TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) yang di mana kondisi sekarang masih hujan.
“Kami sudah bekerjasama dengan TNI, Polri dan juga masyarakat desa untuk melakukan pencegahan di daerah-daerah rawan. Potensi kebakaran hutan di Muba berdasarkan hasil pantauan kami khusus daerah yang rawan akan kebakaran itu ada potensi,” tukasnya.
Berdasarkan prediksi terhadap kondisi cuaca oleh Stasiun Meteorologi, Klimatologi Dan Geofisika Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, diperkirakan kemarau di tahun 2020 di Sumatra Selatan khususnya di Kabupaten Musi Banyuasin berlangsung awal April hingga Oktober 2020, dengan kondisi suhu panas dan kering yang dapat mengakibatkan kebakaran hutan. (ije)
















