SEKAYU, fornews.co – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Musi Banyuasing (Muba) memilih mengisi Hari Ulang Tahun (HUT) partai dengan menerapkan politik lingkungan.
Ketua DPC PDIP Muba, Beni Hernedi menyampaikan, bahwa HUT PDIP ke-48 yang diperingati setiap tanggal 10 Januari, kali ini melakukan kegiatan penanaman pohon, yang merupakan bagian dari tema besar politik lingkungan PDIP tahun ini.
“PDIP melakukan kerja kerja politik lingkungan, dengan menjaga kelestarian lingkungan hidup, mencoba berperan aktif, agar lingkungan alam ini menjadi kerja dari semua kader partai. Isi dari politik lingkungan itu ada yang membersihkan sungai, menanam pohon dan masih banyak lagi,” ujar dia, Kamis (21/1).
Beni yang merupakan Wakil Bupati Muba itu mengungkapkan, atas kebijakan politik lingkungan partai itu, tentu PDIP Muba menerjemahkannya dengan menyesuaikan kondisi alam di Bumi Serasan Sekate. Pihaknya juga telah menyiapkan sekitar puluhan ribu bibit pohon yang akan ditanam.
“Jadi ada kesamaan isu lingkungan yang menjadi perhatian kami, sebagai satu kekuatan politik di muba. Pertama secara serentak dengan melibatkan kader, simpatisan dan struktural partai, tanggal 23 januari ini memulai penanaman pohon, ke beberapa lokasi yang salah satunya di Bukit Pendape. Itu juga kami persembahkan sebagai kado Ultah Ketum PDIP ibu Megawati,” ungkap dia.
“Mengapa? Karena, Bukit Pendape penting dijaga kelestariannya. Di situ ada sumber mata air dari lima hulu anak sungai di Muba, terutama di daerah Sungai Keruh, Plakat Tinggi, Jirak Jaya, sebagian Babat Toman, itu muaranya mengaliri menuju DAS Sungai Musi,” sambung dia.
Kemudian, jelas Beni, untuk titik kedua ada di Danau Ulak Libok, Kecamatan Sanga Desa, Sungai Pandandulang Kecamatan Lawang Wetan, kemudian di suaka marga satwa Bentaian di Kecamatan Tungkal Jaya dan Bayung Lencir.
“Satu lagi di Desa Seratus Lapan Kecamatan Babat Supat,” jelas dia.

Saat ini total bibit yang terkumpul dari pengadaan bermacam-macam bibit sebanyak 21 ribu batang tanaman, dari semua kader dan berbagai pihak. Ada tanaman kayu ada tanaman produktif, petai, jengkol, alpukat mangga, gaharu, mahoni dan lainnya.
“Tentunya bagi PDI perjuangan kegiatan ini sebagai bentuk bahwa politik itu tidak semata-mata mengurusi ide, aspirasi, pikiran, pembangunan fisik. Tapi bagi kami bersama turun langsung, dalam hal untuk membantu pemerintah mewujudkan lingkungan hidup agar tetap lestari,” urai dia.
Beni melanjutkan, jika berbicara tentang hutan agar tidak terjadi degranasi lingkungan, PDI Perjuangan menyadari dan mengajak semua pihak ikut menyelamatkan hutan dan sungai, aliran sungai, agar jangan sampai terjadi bencana.
“Bencana itu kan karena kerusakan lingkungan, turunnya kualitas lingkungan, jadi itu juga menurut kami adalah Politik. Politik lingkungan seperti harus dilakukan di Kabupaten Musi Banyuasin. Mengingat Kabupaten kita ini harus terus dijaga kelestarian alam dan lingkungan dan juga agar tetap berimbang supaya tidak terjadi bencana yang disebabkan akibat kerusakan lingkungan,” tandas dia. (ije)

















