PERANCIS, fornews.co—Kepala Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia mendesak Kelompok Tujuh (G7) negara maju sesegera mungkin memberikan kelebihan vaksin Covid-19 ke negara-negara berkembang dan meminta produsen meningkatkan produksi.
Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva dan Presiden Bank Dunia, David Malpass, dalam pernyataan bersama juga meminta kepada pemerintah, perusahaan farmasi, dan kelompok yang terlibat dalam pengadaan vaksin untuk meningkatkan transparansi tentang kontrak, pembiayaan dan pengiriman.
“Mendistribusikan vaksin secara luas merupakan kebutuhan ekonomi yang mendesak dan keharusan moral,” kata mereka.
Menurut mereka, pandemi virus corona tidak akan berakhir, jika, semua orang tidak mudah mendapatkan vaksin, termasuk bagi orang-orang di negara berkembang.
Malpass dan Georgieva direncanakan melakukan pertemuan selam dua hari, Jum’at dan Sabtu.
Pertemuan itu juga dihadiri pejabat keuangan dari negara-negara G7, yaitu Inggris, Amerika, Kanada, Jerman, Italia, Perancis, dan Jepang.
Kedua organisasi menyambut baik rencana Amerika untuk mendistribusikan 25 juta pertama dan 80 juta dosis vaksin yang telah dijanjikan Washington untuk dibagikan secara keseluruhan pada akhir bulan ini.
“Ini awal yang baik, dan saya berharap akan lebih banyak dosis yang tersedia,” kata Malpas kepada Reuters.
Salah seorang pejabat Bank Dunia, Mamta Murthi, mengatakan sekitar setengah penduduk Amerika Serikat setiap orang telah menerima satu dosis vaksin.
Bank Dunia, Organisasi Kesehatan Dunia, dan Organisasi Perdagangan Dunia telah mendukung rencana IMF untuk mengakhiri pandemi.
Rencana IMF itu membutuhkan dana sebesar 50 miliar dolar Amerika untuk menyebarkan vaksin ke seluruh dunia.
“Tidak ada yang benar-benar tahu berapa banyak vaksin yang dibutuhkan di luar sana, untuk siapa diberikan, berapa sisa yang bisa dipesan, kapan pengiriman dijadwalkan, dan lain sebagainya,” pungkas Murthi. (adam)

















