PALEMBANG, Fornews.co – Rasa percaya diri sangat dibutuhkan oleh setiap orang untuk tampil maksimal. Hanya saja, beberapa orang justru menampilkan sifat narsistiknya.
Narsistik dan percaya diri ini memiliki karakter yang sama seperti berani dan kharismatik. Namun, sifat keduanya berbeda. Dimana, percaya diri memiliki sifat baik, sedangkan narsistik lebih mengarah ke buruk.
Dilansir dari Halodoc, rasa percaya diri, orang tersebut mengetahui dan menghargai kualitas dan nilai dirinya sendiri, ini termasuk sesuatu yang baik dan dapat mengarah pada gaya hidup yang sehat. Sementara itu, narsistik terjadi akibat obsesi berlebihan dengan kualitas dan nilai seseorang.
Seseorang yang mengalami narsistik dapat mengarah ke sesuatu hal yang tidak sehat, seperti kecanduan perasaan istimewa. Sehingga, menyebabkan pengidapnya tidak ragu untuk berbohong, menipu, bahkan mencuri untuk mendapatkan sesuatu yang sangat diharapkan agar terlihat lebih tinggi dibandingkan orang lain.
berikut perbedaan narsistik dengan percaya diri. Simak ya!!
1. Cara Merespons Kesuksesan Orang Lain
Memang rasa iri wajar terjadi saat melihat orang lain sukses. Meski begitu, respons yang dapat timbul antara seseorang dengan narsistik dan percaya diri dapat berbeda jauh. Seseorang dengan rasa narsistik kerap ingin menjadi sorotan sehingga perhatian semua orang hanya tertuju padanya. Orang dengan gangguan ini kerap mengatakan hal yang negatif tentang kesuksesan orang lain di belakang dan bahkan mencoba untuk menjatuhkannya.
Lain halnya dengan seseorang yang memiliki rasa percaya diri. Ia tidak menganggap jika meredupkan kesuksesan orang lain dapat membuat dirinya menjadi lebih sukses. Seseorang dengan rasa percaya diri juga dapat merasa iri, tetapi tidak akan menyerang kemampuan atau karakter seseorang tanpa alasan yang jelas.
2. Menghargai Pertumbuhan Orang Lain
Seseorang dengan rasa percaya diri dapat menghargai pertumbuhan kemampuan orang lain dan mempelajari terkait hal yang berbeda antara dirinya dengan orang tersebut. Namun, pada seseorang yang narsistik, orang ini berusaha untuk menarik perhatian orang lain pada dirinya dengan cara yang obsesif. Berbagai macam cara dilakukan agar hanya dirinya yang terlihat berkembang dibandingkan orang lain. Pengidapnya mengharapkan kredit atas segala hal yang dilakukannya.
3. Perbedaan Rasa Empati
Perbedaan antara seseorang dengan narsistik dan percaya diri ada pada rasa empati yang ditimbulkan. Banyak orang dengan gangguan narsis tersebut telah mempelajari skrip awal terkait apa yang harus dilakukan untuk menjatuhkan orang lain. Ia juga kerap membandingkan segala yang dilakukannya sehingga tidak membuahkan hasil.
Berbeda dengan orang yang memiliki rasa percaya diri, empati dan rasa kasih sayangnya tulus dan mau mendengarkan dan mendoakan semua hal yang baik. Bahkan, ia mungkin menawarkan bantuan sesuai kemampuannya meskipun dirinya kalah saing dari orang lain.
Nah, sudah tahukan perbedaannya..hati-hati narsistik ya!
















