
PALEMBANG-Plt Sekda Sumsel Joko Imam Sentosa menyampaikan, tahun 2017 nanti Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Sumsel, memiliki beberapa usulan kegiatan.
Pertama, TPAKD diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, karena masyarakat menyambut positif adanya TPAKD; mengevaluasi kelompok kerja TPAKD yang ada, apakah perlu ditambah atau dikurangi; pembuatan program kerja TPAKD Provinsi Sumsel, akan dilakukan pada 2017 diawali dengan pembahasan masing – masing kelompok kerja; persiapan pembentukan TPAKD diseluruh kabupaten / kota di Provinsi Sumsel, dan terakhir perlu adanya partisipasi aktif dari masing – masing anggota TPAKD dalam menjalankan program kerja yang telah disusun.
“Kita berharap, seluruh yang ada disini bisa bersinergi dan bekerjasama mengatur akses – akses keuangan daerah. Target – target yang sudah di rencanakan harus bisa di realisasikan,” ujar Joko, saat memimpin langsung rapat pleno di Hotel Aston, Rabu (20/12).
Joko melanjutkan, TPKAD Sumsel saat ini sudah mempunyai lima program utama atau kelompok kerja (pokja). Mulai dari Pokja layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka insklusi keuangan (LAKU PANDAI); tabungan simpanan pelajar (SimPel); pokja roadshow / sosialisasi; pokja pendampingan UMKM; dan pokja percepatam pembangunan dan revitalisasi pasar.
Joko mengungkapkan, pada semester II tahun 2016 ini TPAKD telah melakukan sosialisasi di 8 kabupaten/kota, rapat monitoring dan evaluasi program kerja pokja tabungan simpel, rapat evaluasi pokja roadshow sosialisasi bersama OJK ke komunitas, rapat monitoring dan evaluasi program kerja pokja pendamping UMKM. “Kemudian rapat monitoring dan evaluasi program kerja pokja revitalisasi pasar, rapat monitoring dan evaluasi program kerja pokja Laku Pandai, dan workshop UMKM,” ungkapnya.
Sementara, Kepala Kantor Otoritas Keuangan Sumsel Panca Hadi Suryatno menambahkan, sebaiknya pemerintah bisa mengarahkan pokja-pokja dalam menjalankan programnya. Terlebih, untuk menghadapi kendala yang di hadapi. (tul)
















