
BATURAJA-Pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Pasar Atas sepanjang Jalan Warsito Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), mengancam akan lakukan demo guna mengecam tindakan Satpol PP yang membongkar lapak mereka pada Rabu (05/10) tengah malam.
“Sudah biasa kami ditertibkan, bahkan untuk mendapatkan uang kami harus kucing-kucingan dengan petugas. Tapi waktu itu (penertiban) tidak ada pemberitahuan, tahu-tahu semua sudah dibongkar,” sesal Andi, salah seorang anggota keluarga pedagang yang lapaknya ditertibkan, Jumat (07/10).
Seluruh fasilitas milik pedagan yang biasa berjualan di daerah itu diketahui disita bahkan ada pula yang dihancurkan. Pedagang menganggap, penertiban kali ini sudah keterlaluan. PKL menilai pihak UPTD Pasar Atas dan Satpol PP bersikap tidak adil karena hanya beberapa lapak pedagang yang dibersihkan. “Kalau memang akan ditertibkan pedagang seperti kami (kaki lima) jangan pilih kasih semua pedagang di Baturaja, ditertibkan semua,” cetus para pedagang, sembari mengatakan kalau mereka akan mengadukan nasibnya ke para wakilnya di DPRD, guna mencarikan jalan keluar dan mereka tetap dapat berjualan.
Sementara Kepala UPTD Pasar Atas Baturaja, Bulmi mengatakan, pihaknya akan kembali melakukan penertiban pada 11 Oktober mendatang. Hal itu menurut dia, harus dilakukan demi ketertiban bersama. “Adapun penertiban yang dilakukan Satpol PP dua hari lalu, kita sampaikan ke pedagang. Bahkan kita menempel selebaran di setiap sudut pasar. Memang tidak kami berikan satu persatu ke pedagang,” jelasnya yang membatah tuduhan pedagang sebelum penertiban tidak ada pemberitahuan. (ibr)

















