PALEMBANG, fornews.co – Calon Gubernur (Cagub) Sumsel nomor urut 3, Ishak Mekki khawatir, terhadap peredaran dan penggunaan seluruh jenis narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda Sumsel.
Meski penegak hukum sudah menjalankan tugasnya untuk membasmi para bandar narkoba, namun tetap saja kejahatan ini seolah tak ada habisnya. Berangkat dari kondisi ini, jika terpilih menjadi Gubernur untuk periode 2018 – 2023 nanti, peredaran narkoba di Sumsel ini dapat berkurang drastis.
“Dulu ketika menjadi Bupati OKI, saya pernah buat program, bagi siapa saja yang memberi informasi keberadaan bandar narkoba yang kemudian tertangkap akan diberi bonus Rp25 juta, pengedar sebesar Rp20 juta, dan untuk pemakai Rp10 juta,” tegas Ishak, Kamis (10/05).
Wakil Gubernur Sumsel periode 2013-2018 itu menilai, cara sebagai sikap atas maraknya peredaran narkoba, yang telah masuk hingga ke desa. Ditambah lagi, para pemakai narkoba berasal dari berbagai lapisan.
Cagub yang diusung Partai Demokrat, PPP dan PBB ini menyatakan, sudah menyiapkan program Creative Hub yang dinilai dapat mencegah generasi muda dari narkoba. Creative Hub ini, kata Ishak adalah untuk memfasilitasi dan mengembangkan kreatifitas dari generasi muda Sumsel.
“Bantuan yang kita berikan nanti ke generasi muda ini, mulai dari pelatihan sampaidengan modal. Dan tempat creative hub sendiri akan dilengkapi berbagai fasilitas, seperti ruang kelas, perpustakaan, studio workshop, cafe dan lain – lain,” terangnya.
Ishak yang berpasangan dengan Yudha Pratomo Mahyudin itu menambahkan, hal yang paling penting untuk membentengi generasi muda Sumsel dari narkoba adalah menguatkan pondasi agama.
“Dari pondasi agama ini, kita harapkan akhlak mulia dari tiap individu generasi muda Sumsel yang dapat menolak narkoba dari dalam dirinya sendiri sedini mungkin,” tandasnya. (tul)

















