LUBUKLINGGAU, fornews.co– Calon Gubernur (Cagub) Sumsel nomor urut 3, Ishak Mekki menyatakan, permasalahan perceraian, pengangguran dan belum terwujudnya kota layak anak yang akan mempengaruhi pada kondisi keluarga di Kota Lubuklinggau, akan menjadi perhatian pihaknya.
Mantan Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) dua periode tersebut menjelaskan, permasalahan perceraian di Lubuklinggau didasari permasalahan ekonomi dan faktor kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
“Kami ingin memecahkan masalah itu dengan membuka lapangan pekerjaan dan memperbanyak wirausaha baru di Lubuklinggau. Kemudian, saya juga ingin wujudkan ketahanan keluarga di Lubuklinggau,” ujarnya, Jumat (25/05).
Berkaca dari permasalahan tersebut, pasangan Ishak – Yudha telah mempersiapkan program bantuan untuk UMKM. Dengan jumlah Rp10 juta per tahun dan dianggarkan untuk sekitar 50.000 UMKM di Sumsel.
“Jika kepala keluarga punya penghasilan ditambahan lagi dan ibunya juga penghasilan, Insya Allah angka perceraian dapat semakin diminimalisir. Paling tidak itu baru dari faktor ekonomi keluarga,” terangnya.
Putra dari Ulama Hafidz Quran KH Achmad Mekki menuturkan, pihaknya meminta pada kepala keluarga dan ibu rumah tangga di Lubuklinggau, untuk membimbing anak – anaknya dengan ilmu agama.
Hal tersebut, agar aqidah dan akhlak generasi penerus di Lubuklinggau maupun Sumsel, dapat dijadikan modal untuk mewujudkan pembangunan yang amanah dan berpihak kepada masyarakat banyak.
“Dengan menjadikan anak sebagai subyek pembangunan daerah oleh semua pihak, mulai dari keluarga, pemerintah dan dan swasta, ini membuka peluang besar untuk terwujudnya kota layak anak juga di Sumsel,” tuturnya.
Pasangan yang diusung Partai Demokrat, PPP dan PBB itu melanjutkan, selain permasalahan diatas, pendidikan gratis dan tingkat pendidikan yang tinggi untuk anak – anak di Lubuklinggau mesti diwujudkan secara menyeluruh. Agar membuka kesempatan untuk mereka mengembangkan potensinya dan bernasib lebih baik dari kedua orangtuanya.
“Cita – cita ini hanya dapat diwujudkan dengan membuat seperangkat aturan atau kebijakan terlebih dulu. Tentunya diawali dengan masyarakat Lubuklinggau memilih pemimpin yang berpengalaman, mempunyai visi serta amanah pada 27 Juni nanti,”tandasnya. (tul)
















