PALEMBANG, fornews.co – Media sosial (medsos) memang dapat diandalkan oleh pemerintah, terlebih kepala daerah untuk mengetahui dengan cepat bagaimana kondisi di wilayah mereka.
“Bagi saya pribadi, medsos dapat diandalkan oleh kepala daerah untuk mengetahui dengan cepat kondisi di daerah, dan bisa menjadi umpan balik masyarakat kalau informasi pemerintah dapat di akses di medsos,” ungkap Plt Bupati Muba, Beni Hernedi, pada diskusi publik “Perilaku Warganet di Medsos pada Pilkada Sumsel 2018”, yang digagas fornews.co, di Resto Rumah Tamu, Sabtu (24/02).
Diskusi ini menghadirkan Plt Bupati Muba Beni Hernedi, Pemimpin Redaksi (Pemred) Tribun Sumsel, Weny Ramdiastuti, dua tokoh Pemuda Aknan dan Ramdoni. Kemudian pemerhati media sosial Rasyid Irfandi. Forum ini dipandu langsung oleh moderator Dr Arif Ardiansyah.
Beni menyampaikan, sebetulnya dunia maya atau medsos memang sebuah sarana yang baik dan cepat untuk mengakses informasi. Sebagai Plt Bupati Muba, Beni cukup merasakan efek positif hadirnya medsos di tengah-tengah masyarakat saat ini. “Karena itu, kami juga saat ini telah memprogramkan desa-desa prioritas untuk mendapat fasilitas internet dengan layanan jaringan 4G,” ujarnya.
Pun demikian, terang Beni, meski medsos saat ini penting, kehidupan nyata juga jauh lebih penting. Dengan kata lain, pihaknya mengharapkan antara dunia nyata dan dunia maya harus sama-sama baik dan seimbang.
“Berhasil (baik) di dunia nyata, tidak baik di dumay, itu susah juga kalau untuk pemerintah. Jangan gara-gara internet warga saya jadi malas, kerjaannya di kamar saja. Saya berharap internet ini harus menjadi manfaat, bagian dari untuk mensejahterakan masyarakat,” terangnya.
Tak lupa, Beni mengimbau, seluruh elemen untuk mendidik warganet untuk tidak membuat dan menyebarkan berita hoax. “Kemudian untuk media online, sekarang bertambahnya luar biasa. Imbauan saya kepada asosiasi media online, tumbuhnya media online itu harus punya standar,” tukasnya.
Pemred Tribun Sumsel, Weny Ramdiastuti mengatakan, medsos saat ini merupakan salah satu sarana yang tepat, untuk dioptimalkan bagi pasangan calon untuk menyentuh masyarakat untuk mendapat dukungan. Namun, sejauh ini hal itu tidak begitu banyak dilakukan.
Betapa besarnya peran medsos di kehidupan masyarakat saat ini, Weni pun menceritakan, jika media Tribun sempat mendapat kritik luar biasa dari netizen dan juga Kompas yang merupakan induk dari Tribun, karena banyak konten-konten mereka yang berbau sex, miss leading (antara judul dan isi tidak match), mistik. Karena itu pula viewer atau visitor Tribun sempat mencapai 7 jutaan lebih.
“Tapi konyolnya, itulah yang disukai netizen. Tapi sekarang bukan visitor yang kami kejar, tapi lebih menyajikan konten-konten sesuai kebutuhan netizen. Sekarang, kami sebagai praktisi media prihatin dengan paslon yang tidak mengoptimalkan medsos untuk melakukan pendekatan dengan masyarakat. Manfaatkanlah sebaik-baiknya era milineal ini untuk mendekatkan diri ke masyarakat,” kata Weni.

Selanjutnya, tokoh pemuda Aknan K mengakui, tidak bisa memungkiri jika saat ini masyarakat cenderung banyak mengakses internet. Berdasarkan data dari APJI, ada 50% lebih masyarakat di Indonesia adalah pengguna internet. Sementara penetrasi pengguna internet, 80% adalah orang-orang terdidik.
Karena itu, sebagai salah satu pemuda dalam tim pemenangan Paslon Gubernur-Wagub, Ishak Mekki dan Yudha, pihaknya sangat mengoptimalkan medsos untuk menyampaikan program-program paslon untuk menuju Sumsel 1. “Ketertarikan orang lebih kepada medsos, lebih efisien dan efektif. Bayangkan, dari medsos dapat diketahui orang banyak, dan memengaruhi orang untuk mengikuti,” katanya.
Senada dengan Aknan, narasumber lainnya, Ramdoni dari tokoh pemuda Paslon Herman Deru dan Mawardi Yahya (HDMY) mengakui, jika media sosial merupakan sarana yang sangat efektif untuk menyampaikan informasi ke masyarakat, apalagi dalam masa-masa pilkada saat ini.
“Media sosial sangat efektif, bisa diakses lewat smartphone. Kami memanfaatkan betul medsos ini untuk menyampaikan program. Medsos ini kita manfaatkan untuk tujuan yang baik. Tapi tidak kalah penting, HDMY langsung turun ke lapangan menemui masyarakat untuk menyampaikan program,” ungkapnya.

Sementara itu, Pemerhati Medsos Sumsel, Rasyid Irfandi menuturkan, medsos saat ini mau tidak mau harus menjadi alat kampanye pada Pilkada tahun ini. Menurutnya, ada dua keuntungan dari pemanfaatan media sosial tersebut yakni, efektif untuk menyampaikan informasi dan efisien karena cepat dan mudah diakses. “Medsos ini kita ibaratkan MLM. Kampanye seperti spanduk, banner dan sebagainya itu sudah tergantikan oleh kampanye di dunia maya,” tuturnya.
Jadi, kata pria yang akrab disapa Pedo itu, untuk dapat banyak menarik hati atau simpati dari masyarakat, tim kampanye paslon harus kreatif jika mau memanfaatkan medsos sebagai sarana kampanye.
“Bagaimana caranya, posisikan paslon ini jadi idola untuk mengambil hati masyarakat. Gunakan medsos ini untuk jual diri kepada masyarakat, dalam tanda kutip ya, sehingga paslon ini jadi idola. Kalau saya lihat, kreativitas paslon lewat medsos di Sumsel ini jauh tetinggal dari pulau Jawa. Dan perlu diingat, pengguna medsos ini orang-oranh terdididk, tidak bisa dibohongi, tapi bisa dipengaruhi,” tandasnya. (bas)

















