
JAKARTA-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyatakan, Pertamina akan melanjutkan pembelian bahan bakar gas cair (LPG) sebesar kurang lebih 500.000 metrik ton lebih, minyak mentah dan sebagian minyak jadi dari Iran.
“Presiden Joko Widodo (Jokowi) sepakat, Pertamina diberikan kesempatan mengelola dua wilayah kerja migas yang ditawarkan. Pertamina akan melakukan studi teknis dan analisa keuangannya sekitar di akhir bulan Februari di Mansouri dan Ab-Teymoura. Iran mengharapkan ada lifting lebih besar dari 2 tempat ini,” kata Jonan kepada wartawan dalam keterangan pers, di Teheran, Iran, Rabu (14/12) sore.
Jonan melanjutkan, nanti ada satu perusahaan patungan yang akan dijalankan untuk pembangunan refinery atau pengelolaan minyak mentah, menjadi minyak jadi di Jawa Timur (JAtim) dengan total 5 miliar US$.
Selain itu, Jonan menjelaskan, pihaknya telah menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) dengan Kementerian Energi Republik Islam Iran terkait kerjasama bidang kelistrikan. Kerjasama ini untuk memberikan landasan kerjasama kelembagaan untuk mendorong dan meningkatkan kerja sama teknis secara bilateral, mengenai isu-isu di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan berdasarkan kesetaraan, saling menguntungkan, dan timbal balik.
“MoU ini mencakup pengembangan pembangkit listrik; transmisi dan distribusi; pertukaran pengalaman mengenai pusat perbaikan pembangkit listrik; pengembangan energi terbarukan; mendorong dan meningkatkan investasi ; mendorong untuk melakukan dialog kebijakan; dan bidang-bidang lain yang disepakati para pihak,” jelasnya.
Tindak lanjut dari MOU ini, paparnya, akan dibentuk komite teknis bersama bidang ketenagalistrikan dan energi terbarukan, yang bertugas menyusun secara rinci kerja sama dan secara periodik melakukan evaluasi. Dalam kerjasama di bidang kelistrikan itu, perusahaan Iran Mapna Group ditawari untuk berpartisipasi dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga gas bumi atau independent power plant.
“Perusahaan ini dipilih karena dari segi kapasitas produksi dan pangsa pasar untuk gas turbinnya nomor 3 di dunia. PLN dan Kementerian ESDM akan mengirimkan staf untuk belajar ke Mapna untuk belajar gas turbin,” tukasnya.
Jonan berharap, Indonesia dan Iran akan membuat perusahaan patungan untuk perawatan gas turbin karena dapat menghemat waktu. Indonesia menggunakan 57.000 megawatt yang 60% adalah gas turbin. “Itu yang tadi istilah Menlu superfokus,” tandasnya. (ekaf)

















