PALEMBANG, fornews.co – Tak ada faktor like and dislike dalam penentuan kiper yang turun di laga Sriwijaya FC. Semua ditentukan secara profesional dari penilaian pelatih.
“Saat saya masuk bisa dilihat progresnya, kiper kita semua bagus. Di pramusim sudah dicoba kan, Teja Paku Alam, Sandy Firmansyah, Dikri Yusron, dan hasilnya mereka main bagus. Mereka siap siapapun yang diturunkan,” ujar Pelatih Kiper Sriwijaya FC Kurnia Sandy, Selasa (20/3).
Menurut Sandy, sebagai pelatih kiper, tugas utama dirinya adalah menyiapkan semua kiper yang dimiliki Laskar Wong Kito. Apalagi selain Liga 1, SFC juga akan berpartisipasi Piala Indonesia. “Siapapun punya peluang untuk main. Pertandingan juga banyak. Liga 1 saja ada 38 pertandingan. Ditambah Piala Indonesia bisa 10 sampai 12 pertandingan. Gak mungkin satu orang meng-handle semua pertandingan,” katanya.
Sandy mengatakan, untuk menentukan siapa kiper yang turun, dikembalikan ke Pelatih Rahmad Darmawan. “Pas di latihan H-2 bisa kelihatan siapa yang fisiknya siap dan fokus. Itulah yang saya rekomendasikan ke Coach RD. Semoga bisa menampilkan yang terbaik siapapun yang dipilih bermain,” tuturnya.
Ditambahkan Sandy, semua kiper yang dimiliki SFC sama. Mereka punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang terpenting bagi Sandy, para kiper bisa jaga kondisi, jaga performa, dan fokus pada permainan.
“Selain itu tugas saya mempersiapkan mental kiper. Sebab kalau kiper sih 70% persoalan mental dan 30% teknik. Seorang kiper punya teknik bagus, skill bagus tapi dia gak punya mental yang bagus ya habis juga. Dia gak bakal keluar teknik dan skill-nya,” tukas mantan skuat PSSI Primavera ini. (ije)

















