JAKARTA, fornews.co – Pesawat latih aerobatic jenis Super Decathlon DL-30 bernomor registrasi RTZ milik Ganesha Flight Academy (GFA) mengalami kecelakaan di Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (20/03/2018).
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (AU) Marsekal Pertama Jemi Trisonjaya mengatakan, kecelakaan pesawat ini merenggut nyawa Kolonel Pnb MJ Hanafie.
“Keluarga besar TNI Angkatan Udara berduka mendalam, almarhum merupakan salah satu penerbang tempur terbaik kami,” kata Jemi, dalam siaran pers Selasa malam, yang dilansir Anadolu Agency.
Hanafie, ungkap Jemi, alumnus Sekolah Penerbang Ikatan Dinas Pendek TNI AU tahun 1991 berusia 49 tahun yang memiliki sederet pengalaman tempur. Dia pernah menerbangkan pesawat tempur MK-53 HS-Hawk, F-5E Tiger, F-16 Fighting Falcon dan Sukhoi SU-27/30 dengan panggilan ‘Jaguar’.
Hanafie, ujar Jemi, juga pernah bergabung dengan Tim Aerobatik Elang Biru” dengan pesawat F-16 pada 1995-1997. Dia merupakan satu dari sedikit penerbang TNI AU yang berkesempatan mencoba manuver “Cobra Pugachev” saat mengikuti kursus transisi di Rusia.
Selain itu Hanafie merupakan mantan Komandan Lanud Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjung Pinang dan Liaision Officer di Butterworth Malaysia.
Kecelakaan terjadi, kata Jemi, ketika Hanafie terbang aerobatic untuk pesiapan Wing Day (wisuda siswa) GFA yang akan digelar 28 Maret mendatang. (AA)

















