
BATURAJA-Mengurai potensi perpecahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang sedang mengintai. Berkisar kurang lebih 5.000 warga Bumi Sebimbing Sekundang, berkumpul di Taman Kota Baturaja, OKU, guna menggelar Apel Nusantara Bersatu Rabu (30/11) pagi.
Pada kegiatan tersebut, melingkupi seluruh elemen masyarakat dan aparat negara, yaitu TNI, Polri, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Ppemuda, Pelajar, dan pejabat di lingkungan Pemkab OKU, semua tumpah ruah guna memperkokoh kesatuan dan menghargai ke-Bhinekaan. Mereka sepakat menjaga keutuhan dan kadulatan NKRI serta mempertahankan pencasila sebagai dasar negara, dengan berikrar yang diwakili dari para Tokoh Agama.
“Kegiatan Apel Nusantara Bersatu ini, membuktikan bahwa Indonesia, negara yang hebat dan kuat dengan keaneragaman agama dan golongan. Kita tidak mudah terpecah belah dan terprovokasi yang saat ini kita lihat bersama di negara Indonesia,” ujar Dandim 0403/OKU, Letkol Inf M Sjahroni SE usai mengikuti Apel Nusantara Bersatu, Rabu (30/11).
Sementara, Bupati OKU, Drs H Kuryana Azis mengajak masyarakat untuk tidak melupakan jasa pahlawan. Meminta masyarakat tetap tenang. Tidak mudah terprovokasi oknum yang ingin memecah belah bangsa demi kepentingannya. Tidak ikut-ikutan ke Jakarta, aksi damai 2 Desember. Sertaa menyerahkan sepenuhnya permasalahan kepada pemerintah.
“Karena membuang waktu dan biaya. Serta tidak tahu apa yang akan terjadi di Jakarta, nanti. Kami sangat suport kegiatan ini. Mudah-mudahan Indonesia, suasana damai kondusif tidak pernah terjadi apa-apa,” tukas Kuryana.
Pada Apel Nusantara Bersatu, juga menampilkan puisi Kebhinekaan serta tari-tarian tradisional. Hal ini sebagail simbol Indonesia kaya akan budaya, agama dan keaneragaman lainnya. (ibr)

















