
Pimpinan Proyek LRT PT Waskita Karya Mashudi Jauhari, bersama Ketua Asosiasi Advokat Konstitusi (AAK) Advokast dan Konsultan Hukum, Dr.Iur (Cand) Bahrul Ilmi Yakup, SH, MH, CGL, saat menjawab pertanyaan wartawan, di Grand Atyasa Convention Center, Selasa (13/12). (fornews.co)
PALEMBANG- Pimpinan Proyek Light Rail Transit (LRT) PT Waskita Karya Mashudi Jauhari menerangkan, pihaknya telah bekerja sama dengan Keselamatan Jembatan Bentang Panjang Kementerian PU, khusus untuk pengerjaan konstruksi jembatan LRT di Sungai Musi.
“Sekitar pertengahan bulan ini kita melakukan pengerjaan pengeboran di Sungai Musi, dampak sudah dipikirkan dan sudah bekerja sama secara teknis dan pelaksanaan dengan Keselamatan Jembatan Bentang Panjang Kementerian PU, nanti akan direkomendasikan disana, kita juga akan memasang sensor-sensor di jembatan yang lama agar tidak terjadi pergerakan dan sebagainya,” terangnya, usai mengikuti seminar Pembangunan LRT; Mitigasi Jalan dan Lalu Lintas Kota Palembang, di Grand Atyasa Convention Center, Selasa (13/12).
Mashudi menuturkan, untuk pekerjaan konstruksi yang berada di Sungai Musi, pihaknya mengestimasikan pada pertengahan bulan ini. Karena pihaknya menunggu ponton yang baru dan pekerjaan ini tidak bisa menggunakan ponton standar. “Jadi kita bikin ponton sendiri dan memakai ceking tidak pakai jangkar. Karena nanti akan mengganggu lalu lintas disana, makanya kita pakai ceking dan ponton itu sekarang proses berlayar ke sini,” tuturnya.
Untuk metode pengeboran dan pemancangan, Mashudi menjelaskan, bahwa semua sudah diperhitungkan. Karena pihaknya mengharapkan pengerjaan konstruksi LRT di Sungai Musi ini sesuai dengan jadwal, yakni pada Oktober 2017 sudah selesai.
Selain konstruksi tiang pancang di Sungai Musi, pihaknya juga akan mulai merapikan taman yang berada di bawah jalur LRT pada 2017 mendatang. Untuk Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), Mushadi melanjutkan, pembangunan JPO sudah termasuk dalam pembangunan stasiun LRT. “Untuk JPO nanti langsung tergabung dengan stasiun, totalnya ada 13 stasiun nanti,” sambungnya, seraya menambahkan sekarang progres pembangunan LRT terakhir bulan ini sekitar 25% dan tahun depan ditargetkan sekitar 87%.
Saat ditanya tentang anggaran, yang selama ini ada yang menyatakan Rp3 triliun dan Rp7 triliun, Mashudi menegaskan, kalau PT Waskita mengajukan anggaran pembangunan LRT di Palembang ini sebesar Rp12,5 triliun termasuk PPN, juga termasuk indirect cost. “Untuk pembangunan murni fisiknya, per kilometer sekitar Rp410 miliar,” tandasnya. (tul)
















