PALEMBANG, fornews.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel memang mengklaim progres proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api – Api (TAA) dan Pelabuhan Laut Dalam Internasional Tanjung Carat sudah mencapai angka sekitar 67%.
Dari persentase terebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Nasrun Umar menerangkan, sejumlah potential talent sudah banyak yang berhasrat untuk menanamkan modal dalam proyek tersebut.
“progresnya terus meningkat, diharapkan per Juni 2018 ini sudah menjadi 100%. Ada beberapa calon investor berminat untuk berinvestasi jika KEK TAA ini terwujud. Seperti PT DEX Indonesia, PT Indorama, PT Indocoal International, PT Hydro Cipta Energi, termasuk PT Sriwijaya Tanjung Carat mau berinvestasi dan banyak stakeholder lainnya,” terang Nasrun, saat memberi keterangan pers di ruang rapat Bina Praja Pemprov Sumsel, Selasa (02/01).
Nasrun mengatakan, jika KEK TAA ini benar-benar terwujud, tentunya akan banyak peluang lapangan pekerjaan untuk masyarakat. “Tentu muaranya untuk mensejahterakan masyarakat Sumsel. Ini bukan impian, insya Allah ini akan jadi kenyataan,” imbuhnya.
Sementara itu, Dirut PT Sriwijaya Mandiri Sumsel, selaku pengelola KEK TAA, Surya Negara menuturkan, dari sejumlah calon investor tersebut, PT Indorama sudah dipastikan akan berinvestasi di Tanjung Api-Api. “Kalau PT DEX Indonesia akan berinvestasi di Tanjung Carat,” katanya. (bas)

















