PALEMBANG, fornews.co- Wakil Gubernur H Ishak Mekki menyatakan, seorang dokter tidak cuma memberi kontribusi pada meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Namun harus mempunyai 7 standar kompetensi.
“Seperti mempunyai area komunikasi efektif, area keterampilan klinis, area landasan ilmiah ilmu kedokteran dan area pengelolaan masalah kesehatan. Kemudian punya area pengelolaan informasi, area mawas diri dan pengembangan diri serta area etika, moral medikolegal dan profesionalisme serta keselamatan pasien,” ungkapnya, saat menjadi pembicara pada Simposium Nasional Lustrum XI Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sriwijaya (Unsri), di Hotel Excelton, Jumat (06/10).
Ishak melanjutkan, sebenarnya tugas tenaga kesehatan khususnya dokter, tidak hanya mengobati. Namun ikut bertugas sebagai pendamping di bidang kesehatan bagi pasien. Karena, pasien juga butuh edukasi yang perlu dijelaskan secara detail oleh sang dokter, apa saja yang akan dilakukan terhadap pasien sampai pasien paham.
“Secara holistik, dokter juga harus mampu melihat pasien secara keseluruhan. Tidak hanya memeriksa, memberikan resep dan memberi obat. Tapi berinteraksi bagaimana berbagai faktor munculnya penyakit, dampak penyakit bagi pasien dan keluarganya,” ujarnya.
Atas dasar tersebut, orang nomor dua di Sumsel itu menerangkan, FK Unsri diharapkan terus mengembangkan ilmu, dan berinovasi dalam pelayanan di bidang kesehatan. “Kita berharap lulusan FK Unsri juga menghasilkan tenaga kedokteran yang profesional, inovatif, beretika, berjiwa kepemimpinan dan mampu bersaing baik di kancah nasional dan internasional. Kita tahu, bahwa dokter adalah salah satu tenaga kesehatan yang mempunyai peranan penting penyembuhan sakit pada manusia. Jadi hakikat tugas dokter sesuai filosofinya adalah menjaga kesehatan serta mencegah penyakit,” terangnya.
Sementara, Ketua Panitia Simposium Nasional Lustrum XI FK Unsri, Zulkifli memaparkan, pada simposium kali ini lebih berbicara tentang ‘Changes and Sustainability in Healthcare Quality The Future Challenges’ atau memperbaiki kualitas sebagai tantangan di masa mendatang. “Juga ini bentuk komitmen bersama bagi semua FK untuk memajukan sumber daya yang bertaqwa, mandiri dan mampu berkontribusi,” tandasnya. (tul)

















