BATURAJA, fornews.co – Mendapati Jalan penghubung Desa Bndaragung-Desa Gunungmeraksa, Kecamatan Lubukbatang, Ogan Komering Ulu (OKU) rusak parah, anggota DPRD setempat Robi Vitergo meminta pemerintah tanggap darurat.
Ia membeberkan, kondisi jalan terbelah sekitat 1 meter (m), sementara pinggiran jalan mengalami longsor hingga puluhan meter. “Saya baru dapat kabar dari kepala desa setempat, jika jalan itu rusak. Hal ini terjadi pasca hujan deras. Kondisi memang dekat dengan aliran sungai,” kata Robi, Selasa (10/10).
Ia berharap, agar pemerintah bertindak cepat atau tanggap darurat sehingga akses jalan bisa dilewati oleh masyarakat. Paling tidak dilakukan atau dibuatkan jalan darurat dulu. “Sebenarnya bisa saja diperbaiki, paling tidak menggunakan anggaran dana bencana alam,” katanya.
Untuk saat ini, jalan tersebut hanya bisa lalui sepeda motor. Sementara untuk kendaraan roda empat, tidak bisa melintas dan harus melintas lewat Kartamulya, yang jaraknya cukup jauh.
Lebih jauh dikatakan, dalam setiap penyampaian pemandangan, Fraksi PKB selalu mengingatkan kepada bupati untuk meperhatikan hal tersebut, yaitu jalan poros kabupaten antara Gunungmeraksa – Kartamulya. Karena ditakutkan akan terjadi seperti ini.
“Memang pembangunan jalan di sana sudah dianggarkan untuk tahun 2018. Namun, sebelum waktu perbaikan atau pembangunan, jalan tersebut sudah rusak,” imbuh Ketua Fraksi PKB ini.
Sementara itu, Kades Bandaragung, Sailman saat dikonfirmasi membenarkan adanya kerusakan jalan yang cukup parah di desanya. Ia menjelaskan, jalan tersebut lebarnya 6 m, karena rusak dan nyaris putus, maka hanya bisa dilalui kendaraan roda dua saja.
“Ini jalan amblas sudah dari malam Minggu kemarin, hujan sangat deras. Begitu paginya, saat warga hendak melakukan aktivitas (menggunakan roda empat) terhenti karena jalan tersebut tidak bisa dilalui,” terangnya.
Sailman menambahkan, jika tidak cepat diperbaiki bukan tidak mungkin desa akan terisolir, mengingat jika warga akan keluar menuju jalan lintas harus memutar arah melewati beberapa desa di antaranya Desa Tanjung Manggis, Lunggaian, Kartamulya hingga tembus di simpang empat Lubukbatang.
“Kalau lewat sana, memakan waktu hingga dua jam bahkan lebih pak apalagi sekarang jalan keluar dari Lunggaian menuju Kartamulya, sudah sangat rusak, sangking parahnya kita bisa menggunakan perahu jika melintas dari daerah tersebut,” ucapnya.
Lanjutnya, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk tindak lanjut jalan tersebut. “Paling tidak kita manfaatkan batang pohon-pohon untuk menutupi jalan yang nyaris putus sehingga bisa dilalui kendaraan roda empat, tapi bukan berarti tidak diperbaiki dong oleh pemerintah daerah,” tukasnya. (gus)

















