
BATURAJA, fornews.co – Warga Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya (KPR) dan sekitarnya, mengeluhkan kondisi jalan vital penghubung Ogan Komering Ulu (OKU)-Ogan Ilir (OI), rusak parah. Aspal yang mengelupas, berlubang dan belumpur.
Sebagaimana dikeluhkan H Aldawi (56) tokoh masyarakat Kecamatan KPR, OKU, yang mengataka, jika jalan tersebut tidak segera di perbaiki maka masyarakat di wilayah KPR akan terisolir. “Kita harapkan pemerintah dan pihak terkait dapat segera memperbaiki jalan ini, apalagi saat musim hujan lubang – lubang jalan tersebut di genangi air, dan sangat berbahaya bagi pengendara,” ujarnya saat ditemui Jumat (31/03).
Pihaknya juga menyesalkan pengerjaan rehab jalan tahun 2015 dan 2016 yang terkesan asal jadi, dan hanya menghabiskan anggaran. “Semestinya setiap kegiatan pembangunan ada pihak yang mengontrol, agar anggaran tersebut tidak hanya menjadi objek proyek untuk mencari keuntungan, dan manfaatnya dapat di rasakan warga,” sesalnya.
Hal senada juga di katakan oleh Romzoni (40) warga Kecamatan Peninjauan, dengan semakin parahnya kerusakan jalan menuju Kota Baturaja, saat ini, selalu menjadi alasan para pejabat. “Kalau kita sampaikan ke pejabat OKU, pasti alasannya ini jalan milik provinsi. Seharusnya pejabat kabupaten tanggap akan kondisi jalan ini,” timpal Romzoni.
Bahkan beberapa waktu lalu pihaknya bersama warga menegur pelaksana rehab jalan yang terkesan asal jadi. “Di Wilayah Kecamatan Peninjauan, ini selain tampal sulamnya asal-asalan, bahkan ada beberapa gorong-gorong yang belum selesai dikerjakan sudah ambles, karena yang dipasang hanya gorong – gorong ukuran 30 cm,” katanya.
Informasi yang berhasil dihimpun, sepanjang jalan dari Desa Suka Pindah, ke Lubuk Batang, lubang-lubang jalan yang berlumpur semakin banyak, bahkan ada beberapa titik sulit dilalui kendaraan roda empat. Akses jalan vital itu, merupakan tanggung jawab provinsi. Walau pernah dilakukan perbaikan pada 2016 lalu, namun usianya hanya bertahan hitungan hari dan rusak kembali. Kawasan ini merupakan jalur untuk mengangkut hasil pertanian dan jika rusak otomatis terganggu dan bituh biaya besar. (gus)

















