Fornews.co – Stok darah turut menjadi imbas dari pandemi Coron Virus Disease 2010 (COVID-19) yang saat ini terjadi. Hal ini dikarenakan jumlah pendonor yang turun sekitar 20 sampai 30 persen secara reguler yang berimbas pada penurunan stok darah ini.
Penurunan ini diprediksi karena ada rasa khawatir para pendonor tertular virus Corona. Padahal, Ketua Bidang Unit Transfusi Darah Pengurus PMI Pusat, dr. Linda Lukitari Waseso menyebut, PMI telah menyatakan bahwa masyarakat tak perlu khawatir mendonorkan darah selama pandemi.
Hal ini dikarenakan dalam pelaksanaannya PMI menerapkan protokol kesehatan ketat. “Bagi yang ingin melakukan donor darah tentu kami memastikan untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku,” ujar Linda dalam pernyataannya pada acara webinar bersama Suara.com, Jumat (11/12).
Untuk tempatnya, PMI memastikan donor chair-nya maupun tempat tidur, dan seluruh ruangannya disemprot desinfektan sehari tiga kali. Begitu juga peralatannya dan petugas pun memakai alat pelindung diri supaya selain menjaga pelaksananya aman.
“Semua petugas atau pendonor harus sehat, tidak memiliki penyakit, dan tidak dianjurkan untuk melakukan rapid test sebelum melakukan donor darah. Seluruh protokol ini berlaku dalam kegiatan donor darah, baik di rumah, mobil PMI, ataupun di 225 unit donor darah PMI,” tegasnya.
Lebih lanjut, kata dia seharusnya hal ini cukup menjawab kekhawatiran masyarakat soal kontaminasi virus corona. Ia pun menyebutkan hingga saat ini belum ada data penularan Covid-19 melalui transfusi darah. WHO sendiri mencatat bahwa mayoritas penularan Covid lebih karena droplet.
Dia mengimbau kepada masyarakat untuk mendonorkan darah secara rutin. Ada dua cara untuk mendonorkan darah saat ini. Pertama, mengundang PMI ke daerah secara kolektif. Kemudian, bisa juga datang ke unit PMI yang ada di setiap provinsi.
Selain itu, terkait penyintas Covid-19 yang mendonorkan darah. Linda menjelaskan, saat ini ada yang disebut sebagai pendonor penyintas, artinya pendonor yang baru sembuh dari Covid-19.
Donornya biasanya digunakan untuk terapi plasma kovalesen yang akan diberikan kepada pengidap Covid-19. Tentunya pendonor telah memenuhi syarat-syarat bagi penyintas Covid-19 untuk bisa mendonorkan darahnya.
“Ini kabar baik bagi penyintas Covid sehingga bisa lebih aktif mendonorkan darahnya. Walaupun memang ada beberapa yang tidak bisa kalau tidak memenuhi persyaratan. Dan, kami juga memastikan tidak ada memperjual belikan donor darah di PMI,” tuturnya. (ads/rif)
#satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibupakaimasker #ingatpesanibujagajarak #ingatpesanibucucitangan #pakaimasker #jagarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun
















