JOGJA, fornews.co — Bagi Loman Park Hotel Jogja momentum Syawalan dan Halal bi Halal bukan hanya tradisi silaturahmi, tetapi juga sebagai ruang evaluasi hubungan antara pelaku industri perhotelan dan insan pers.
Founder & Managing Director Loman Park Hotel Jogja, Handono S. Putro, menegaskan bahwa hubungan dengan media tidak boleh berhenti pada publikasi kegiatan.
“Media punya fungsi kontrol sosial. Kami membutuhkan kritik yang jujur, bukan hanya pemberitaan yang menyenangkan. Dari situ kami bisa berbenah dan berkembang,” ujarnya.

Dalam pertemuan yang digelar di area poolside, Kamis, 16 April, manajemen hotel menegaskan pentingnya relasi yang lebih jujur, kritis, dan saling menguatkan.
Para awak media tidak hanya hadir sebagai tamu, namun, diposisikan sebagai mitra yang berperan membentuk persepsi publik terhadap sektor pariwisata dan budaya di Jogja.
Handono menambahkan, selama ini kontribusi media telah membantu memperluas jangkauan informasi hotel, terutama dalam mengangkat kegiatan berbasis lingkungan, budaya dan seni. Karena itu, manajemen berupaya menjaga hubungan yang lebih setara.
Dalam pertemuan tersebut, pihak hotel juga memperkenalkan kanal komunikasi baru melalui akun Instagram khusus komunitas “Sedulur Media”.
Platform tersebut dirancang sebagai ruang kolaborasi konten dan pertukaran informasi yang lebih cepat dan interaktif.
Selain itu, fasilitas “Sedulur Media Corner” kembali ditegaskan sebagai ruang kerja terbuka bagi awak media.
Area yang berada di Innfuse Imuno Bar itu diharapkan menjadi titik temu ide dan diskusi lintas profesi. Sejumlah awak media yang hadir menyambut pendekatan tersebut.
Ruang kritik yang terbuka bisa menjadi contoh baik bagi pelaku industri lain. Hubungan media dan korporasi harus sehat, tidak saling menekan.
Loman Park Hotel menempatkan media bukan hanya sebagai penyampai informasi, melainkan bagian dari ekosistem yang ikut menentukan kualitas industri pariwisata ke depan.

















