SEKAYU, fornews.co – Warga Bumi Serasan Sekate diimbau untuk tidak perlu lagi menyampaikan aspirasi atau aduan ke media sosial (medsos) seperti Facebook atau yang lainnya.
Karena, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) sudah memiliki aplikasi saluran elektronik layanan jaring aspirasi dan aduan warga Musi banyuasin (Senjang Muba) dan Sarana Partisipasi Ughang Musi Banyuasin (Sapa Muba).
“Dengan adanya aplikasi berbasis Android yang kami luncurkan tersebut berfungsi memudahkan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan aduan kepada Bupati Muba,” ujar Asisten II Sekda Muba, Erdiansyah SP Msi, saat membuka sosialisasi percepatan Layanan Aspirasi dan Pengadaan Online Rakyat Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik nasional (Lapor-SP4N) di Auditorium Pemkab Muba, Kamis (31/05).
Erdiansyah melanjutkan, dengan menyampaikan aspirasi melalui aplikasi Senjang maupun Sapa Muba, maka aspirasi masyarakat akan disalurkan kepada penyelenggaraan pelayanan publik yang berwenang menanganinya
“Kami berharap aplikasi yang kami punyai selama ini bisa terintegrasi dengan SP4N, sehingga bisa terhubung dengan seluruh instansi pemerintahan di Indonesia dan berharap juga disosialisasikan ke tingkat kecamatan sehingga tingkat kepercayaan publik meningkat,” terangnya.
Sementara, Konsultan Kemenpan-RB, Kurniawan menjelaskan, Layanan Aspirasi dan Pengadaan Online Rakyat Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik nasional (Lapor-SP4N) merupakan program nasional yang dicanangkan pemerintah pusat yakni Kemenrian PAN-RB bersama kementerian lainnya untuk menunjang sistem pelayanan dan reformasi birokrasi di seluruh daerah.
“Sistem aplikasi Lapor-SP4N yang berbasis elektronik ini, merupakan program pelayanan pemerintah yang bisa diakses oleh seluruh kalangan masyarakat. Setiap laporan masyarakat yang masuk ke aplikasi website atau via SMS, Lapor!SP4N, akan langsung diteruskan ke tim pengelola tim teknis di masing-masing OPD,” jelasnya.
Kurniawan melanjutkan, untuk Provinsi Sumsel saat ini sudah ada enam Kabupaten/Kota yang sudah terhubung ke SP4N Sumsel, yakni Prabumulih, OKI, OKU, OI, Banyuasin dan Palembang.
“Untuk 11 kabupaten/kota lain yang belum terhubung, ditargetkan pada tahun 2018 ini sudah terhubung semua. Jika itu terwujud, maka Provinsi Sumsel mungkin yang pertama di Indonesia yang kabupaten/kotanya terkoneksi,” tandasnya. (tul)

















