PALEMBANG, Fornews.co – Pertolongan pertama bagi penderita penyakit jantung sangatlah penting. Dengan pertolongan sedini mungkin maka meningkatkan peluang hidup bagi si penderita.
Pada banyak kasus, penderita serangan jantung terlambat mendapat pertolongan dan meninggal sebelum tiba di rumah sakit
Berikut gejala dan pertolongan pertama bagi si penderita penyakit jantung. Simak ya…
Gejala penyakit jantung sendiri berbeda pada tiap orang, tergantung usia, jenis kelamin, dan tingkat keparahannya. Penderita diabetes, wanita, dan lansia bisa memiliki gejala yang berbeda dari umumnya. Tanda-tanda yang mengindikasikan seseorang mengalami serangan jantung:
1. Dada terasa nyeri, tertekan, atau sesak selama beberapa menit, menetap atau hilang timbul. Rasa sakit ini dilatarbelakangi penyumbatan aliran darah ke otot jantung.
2. Nyeri dada dapat menjalar ke lengan, pundak kiri, punggung, leher, rahang, tulang dada, dan tubuh bagian atas.
3. Mual, muntah, nyeri ulu hati, dan gangguan pencernaan.
4. Tubuh terasa sangat lemas dan pusing.
Keluar keringat dingin.
5. Sesak napas.
6. Detak jantung cepat atau tidak beraturan.
7. Adanya perubahan status mental.
Pertolongan pertama yang dapat diberikan bagi si penderita penyakit jantung ini:,
1. Pasien harus duduk beristirahat dan berusaha tetap tenang. Ia dapat duduk di kursi, di lantai, atau bersandar pada dinding. Duduk di lantai membuat mereka lebih tidak berisiko mengalami cedera jika pingsan.
2. Longgarkan semua pakaian.
3. Jika sudah pernah diresepkan obat nitrogliserin sebelumnya oleh dokter, segera berikan. Caranya pemberiannya dengan meletakkan tablet di bawah lidah.
4. Jika pasien tidak memiliki riwayat perdarahan atau pun alergi, pasien dapat diberikan aspirin 325 mg untuk dikunyah. Hindari memberikan apa pun melalui mulut, kecuali nitrogliserin atau obat lain yang sudah pernah diresepkan sebelumnya.
Segera hubungi UGD atau rumah sakit terdekat.
Segera lakukan RJP (resusitasi jantung paru) setelah menghubungi UGD, jika pasien tidak sadar atau tidak merespons. Lakukan RJP lebih dulu selama satu menit sebelum mengontak UGD jika pasien adalah balita atau anak-anak.
5. Panggil bantuan terdekat jika Anda merasa panik. Tetapi jangan sekali-sekali meninggalkan pasien sendirian.
6. Berikan persuasi positif sambil menunggu ambulans datang.
7. Jangan menunggu hingga gejala berlalu untuk memanggil bantuan. Juga jangan membujuk pasien untuk menganggap bahwa gejalanya adalah hal biasa.
8. Di rumah sakit, dokter UGD akan memeriksa dan menjalankan tes seperti tes darah untuk memantau enzim jantung, Rontgen dada, dan elektrogardiogram (EKG) untuk mengetahui apakah nyeri dada benar disebabkan penyakit jantung atau penyakit lain. Penderita serangan jantung harus segera mendapat pertolongan secepatnya di rumah sakit dalam waktu 90-120 menit atau 2 jam setelah muncul gejala. Pertolongan di rumah sakit sedini mungkin untuk memperbaiki aliran darah jantung bisa dilakukan dengan prosedur PCI (Percutaneous Coronary Intervention) atau angioplasti.
Ingat! Jika anda sendiri yang mengalami serangan jantung, hindari mengemudikan kendaraan sendiri ke rumah sakit. Minta orang lain atau panggil ambulans untuk membawa anda. (lim/net)

















