PALEMBANG, Fornews.co – Sebanyak 31 warga Sumsel harus diobservasi kesehatannya usai pulang dari negara endemis virus corona yakni Tiongkok.
Observasi ini dilakukan selama 14 hari untuk mencegah masuknya penyebaran virus corona di Bumi Sriwijaya ini.
Kepala Seksi Surveillance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Yusri mengatakan 31 warga Sumsel ini terdiri 24 mahasiswa, 2 tenaga kerja migran, 4 tenaga kerja asing, dan satu orang wisatawan.
Sedangkan, untuk asalnya yakni, 18 orang di Palembang, 3 di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir ada 2 orang, dan satu orang dari Musi Banyuasin.
“Observasi atau pengawasan ini dilakukan oleh petugas dari Dinas Kesehatan di daerah masing-masing, minimal hingga 14 hari setelah mereka tiba di Sumsel,” katanya saat ditemui di RSMH Palembang, Selasa (18/02).
Hingga saat ini, ia mengaku tidak ada gejala tersebut, hanya sebatas batuk dan ini tidak masuk dalam kriteria gejala virus corona. Hal ini dikarenakan, warga Sumsel ini bukan dari daerah yang penyebarannya tertinggi melainkan lain provinsi meski dalam satu negara.
Karena itu, ia mengaku 11 warga diantaranya telah lepas dari observasi dan tinggal 20 warga yang masih diobservasi. Ia menambahkan, selama masa observasi pihaknya meminta warga tersebut mengurangi aktivitas di luar ruangan tersebih dahulu minimal hingga 14 hari kedepan.
Terkait pria yang dirawat di ruang isolasi usai pulang dari Malaysia, ia mengaku tidak memenuhi kriteria terduga virus corona. Namun, dikarenakan prosedur maka pihaknya harus mengisolasi.
“Kami akan profesional tidak akan menutupinya. Jika memang negatif maupun positif kami akan sampaikan,” tutupnya. (lim)
















