SEKAYU, fornews.co – Jelang pemberlakuan tatanan hidup Normal Baru, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Musi Banyuasin menggencarkan sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan pencegahan COVID-19.
Salah satunya dengan menyambangi pasar tradisional di Muba seperti Pasar Randik di Sekayu, Pasar Bayung Lencir, dan Pasar Srigunung di Sungai Lilin. Sosialisasi dan edukasi dilakukan petugas gabungan dari Kodim 0401 Muba, Polres Muba, Dinas Kesehatan, BPBD Muba, Pol PP Muba, perangkat Kecamatan dan Desa serta OPD terkait. Sosialisasi dan edukasi difokuskan untuk mengarahkan warga agar tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19 jika nantinya menjalani kehidupan Normal Baru.
“Persiapan New Normal life terus dilakukan. Untuk itu edukasi dan sosialisasi agar warga Muba wajib tetap patuh protokol kesehatan juga kita gencarkan. Tentu saja itu tidak boleh kendur sesuai arahan langsung Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Muba pak Dodi Reza Alex,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muba dr Azmi Dariusmansyah, Minggu (07/06).
Menurut Azmi, sosialisasi dan edukasi dilakukan agar warga Muba tidak lengah menjaga kesehatan meski sudah menjalani kehidupan Normal Baru.
“Jadi intinya disiplin jaga jarak, menggunakan masker, dan rutin mencuci tangan. Hal itu tetap harus selalu dilakukan agar terhindar dari penularan wabah COVID-19. Selain itu dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan itu merupakan kunci untuk melindungi diri kita, keluarga kita dan lingkungan kita dari paparan COVID-19,” katanya.
Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex menyebutkan, kehidupan Normal Baru bukan untuk melonggarkan protokol kesehatan yang sudah dijalani beberapa waktu terakhir. Akan tetapi justru ini menjadi momentum perubahan perilaku sehari-hari untuk dapat bekerja secara produktif dan aman dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
“Karena kita tidak tahu dimana virus Corona ini berada. Oleh karena kebiasaan protokol kesehatan yang selama ini belum terbiasa, itulah yang harus diperhatikan dan dijadikan kebiasaan baru,” tuturnya.
Dodi mengingatkan, agar setiap fasilitas cuci tangan harus disiapkan di setiap titik pasar dan pelayanan publik. “Tetap menjaga jarak dan menggunakan masker. Kebiasaan inilah yang harus terus digencarkan di Muba, sehingga kita semua tetap terlindung dari penularan COVID-19,” tegasnya.
Menurut Dodi, saat ini Pemkab Muba sedang konsen dalam fase mempersiapkan seluruh elemen masyarakat masuk fase baru, mulai dari mempersiapkan sarana kesehatan, edukasi warga masyarakat sampai ke tingkat desa, mengaktifkan kembali siskamling yang selain berfungsi menjaga kamtibmas di lingkungan masing-masing juga sebagai Posko relawan COVID-19 yang mendata warga keluar masuk desa dan penerapan wajib. Kemudian aturan lapor 2×24 jam diaktifkan bagi warga datangan yang masuk desa. Semua ini dilakukan tentunya untuk melindungi serta mengedukasi warga bagaimana menghadapi kehidupan Normal Baru ke depan sehingga tidak terdampak COVID-19.
“Secara masif wajib kita mengedukasi warga khususnya di pasar-pasar tradisional karena pasar salah satu tempat yang rawan penyebaran virus ini jika protokol kesehatan tidak diterapkan secara maksimal. Untuk itulah wajib kita semua memberikan edukasi itu kepada warga kita sehingga menghadapi kehidupan Normal Baru kebiasaan bermasker sudah menjadi kewajiban dalam menjalani kehidupan kita ke depan serta menjalankan pola hidup bersih dan sehat, menjaga jarak saat di pasar atau keramaian, mencuci tangan menggunakan sabun ditempat air mengali, selalu menjaga imun tubuh untuk tetap sehat,” tukasnya. (ije)

















