
PALEMBANG, fornews.co–Wakil Gubernur Sumatera Selatan H Ishak Mekki menyatakan, untuk menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Sumsel 2018 mendatang dan suksesnya pemilu lainnya, diharapkan data kependudukan Sumsel dapat disinkronkan dan terus dikoordinasikan bersama agar benar-benar valid.
“2017 ini kita harapkan data kependudukan dapat dibenahi sehingga di 2018 mendatang sudah tidak ada lagi masalah dan data kependudukan sudah akurat,” ujarnya, saat membuka Rapat Koordinasi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) se-Sumsel, di Graha Biana Praja Pemprov Sumsel, Kamis (16/02).
Ishak melanjutkan, rakor ini memang untuk mensinkronkan data-data kependudukan masing-masing kabupaten/kota. Nantinya, setelah dihimpun akan menjadi data Dukcapil Sumsel. Jangan sampai, data ini tidak valid atau berbeda dengan data yang dimiliki kabupaten/kota dan data yang dimiliki pemerintah pusat.
Termasuk, jelasnya, perekaman e-KTP juga diharapkan segera dituntaskan, agar pada pelaksanaan Pemilu tidak terjadi banyaknya masyarakat yang menggunakan KTP sementara. Untuk 2018, diketahui bersama ada sembilan Pilkada Bupati/Wali Kota dan 1 Pilkada Gubernur di Sumsel.
“Jadi data ini harus disiapkan dari sekarang, secara keseluruhan sudah berjalan semua, namun kita pastikan jangan sampai ada yang tertinggal atau belum terekam. Setiap tahun perekaman e-KTP terus bergulir dilakukan. Sementara, untuk memvalidkan data antara provinsi dan kabupaten/kota dilakukan dengan sistem yang terkoneksi diserta koordinasi berkelanjutan,” terangnya.
Sementara, Kepala Dinas Dukcapil Provinsi Sumsel Septiana Zuraida menuturkan, rakor ini memang untuk mensinergikan laporan kevaliditan data kependudukan se-Sumsel. “Setiap bulan kita mendapatkan data dari seluruh kabupaten/kota, kevaliditan data laporan inilah yang akan kita bahas bersama di dalam rakor,” tutupnya. (tul)

















