SINGAPURA, fornews.co – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan, saat ini terdapat 6 juta Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tersebar di berbagai negara.
Presiden memahami apabila dari 6 juta TKI tersebut ada sebagian kecil TKI yang tengah menghadapi masalah. Masalah itu bisa berasal dari tempat bekerjanya, majikannya yang tidak benar, atau masalah berasal dari TKI itu sendiri.
“Di setiap negara pasti ada satu, dua, tiga, empat, lima, enam (TKI) yang memiliki masalah. Oleh sebab itu, saya titip kepada kita semuanya, kita ini membawa nama negara, jadi kalau ada masalah tolong sampaikan ke kedutaan besar, ke pak Dubes saya sudah titip, ke bu Menteri Luar Negeri kalau ada masalah cepat selesaikan,” ujar Jokowi pada acara Temu Kangen Presiden RI dan Ibu Negara yang dihelat di KBRI Singapura, Rabu (06/09) malam.
Jokowi juga mewanti-wanti agar sebelum kembali ke tanah air, diselesaikan dulu urusannya. Urusan gajinya, urusan mungkin yang berkaitan dengan hukum harus selesai dulu supaya nanti tidak ada masalah di kemudian hari. “Kita ingin semuanya yang bekerja di luar itu, sekali lagi membawa nama negara sehingga marilah kita jaga bersama-sama nama Indonesia,” serunya.
Dipertemuan yang dihadiri sekitar 1.600 orang itu, Presiden memaparkan berbagai kemajuan pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan jalan tol, pelabuhan laut, bandar udara dan juga pos lintas batas negara (PLBN). Presiden menunjukkan beberapa kondisi terkini dari PLBN Aruk, PLBN Nanga Badau, PLBN Entikong, PLBN Motaain dan PLBN Motamasin.
“Kalau tidak bangun, kita jadi minder. Sekarang kita tidak boleh minder karena kita lebih baik,” tukasnya.
Seperti biasa, dalam setiap pertemuan dengan rakyatnya Jokowi tidak lupa menghadiahkan sepeda bagi warga yang bisa menjawab pertanyaannya (kuis). Zaki dari Banyuwangi misalnya, ia berhasil menjawab 6 provinsi, yakni Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Papua.
Sementara itu, Juniarti dari Brebes berhasil menjawab enam suku yang ada di Indonesia, yaitu suku Jawa, suku Sunda, suku Batak, suku Madura, suku Dayak dan suku Bugis. Seorang mahasiswa yang tengah belajar di salah satu perguruan tinggi di Singapura jurusan pemasaran, Gilang, juga berhasil membawa sepeda setelah mengucapkan Pancasila.
Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Duta Besar Indonesia untuk Singapura I Gusti Ngurah Swajaya. (ibr)

















